Social Items

Judul Laporan : LAPORAN PEMETAAN SUNGAI CIDURIAN TITIK 8
Nama Dosen : Dosen: Dr Ir Etih Hartati, M T
Universitas : Institut Teknologi Nasional (Itenas)
Penulis : Riki Bahari dan Salsabilla
Tahun : 2018

Sungai cidurian titik 8
Sungai cidurian titik 8

BAB I
DESKRIPSI KEGIATAN SURVEY

1.1  Kegiatan Survey
Tujuan kegiatan survei yaitu untuk mempermudah menentukan lokasi titik sampling yang sesuai standar. Titik sampling yang sesuai standar merupakan titik sampling yang menghasilkan data sample air yang objektif (data yang dihasilkan sesuai dengan keadaan sebenarnya), representatif (data mewakili kumpulannya), teliti (data terjamin kebenarannya), tepat (sesuai dengan kebutuhan), dan relevan (menunjang persoalan yang dihadapi). Data hasil kegiatan survei sangat bermanfaat untuk proses analisa lebih lanjut terhadap hasil pengukuran parameter air sungai tersebut.
Sungai yang dijadikan objek survei yaitu Sungai Cidurian titik 8. Letak koordinat titik 8 Sungai Ciduran yaitu di 6°57'43.5"S dan 107°40'19.0"E. Kegiatan survei dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2018. Perjalanan menuju tempat survei jika di ukur dari titik awal yaitu kampus Institut Teknologi Nasional membutuhkan waktu tempuh ±26 menit (pengguna kendaraan bermotor). Jarak antar titik sampling di sungai cidurian yaitu 1 km. Titik sampling sebelum titik 8 (hulu) yaitu titik 9 dan titik sampling setelah titik 8 (hilir) yaitu titik 10.
Metode survei yang dilakukan yaitu dengan cara melihat secara langsung kondisi sungai, melakukan wawancara sederhana dengan masyarakat sekitar bantaran sungai, dan melakukan analisa lebih lanjut dengan bantuan data primer yang disediakan oleh google peta/ google earth.
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan secara langsung di lokasi titik 8 sungai cidurian yaitu kedalaman sungai dan lebar sungai, luas penampang basah, kecepatan arus sungai, debit sungai, topografi dasar sungai, pemanfaatan lahan sekitar sungai, warna sungai, dan suhu udara saat itu. Data tambahan yang di dapat dari google peta/ google earth yaitu titik koordinat titik sampling tersebut dan keterangan elevasi/ ketinggian titik tersebut.
Data kedalaman sungai didapat dari pengukuran secara langsung menggunakan alat ukur kayu panjang yang diberik skala numerik. Data lebar sungai didapat dari pengukuran menggunakan tali yang dibentangkan, kemudian benang tersebut di ukur menggunakan meteran.  Luas penampang basah didapat dari perkalian lebar sungai dan kedalaman sungai. Kecepatan arus sungai diukur dengan cara melemparkan benda yang bisa terapung ke badan sungai kemduian dihitung waktu yang dibutuhkan benda tersebut bergerak dari titik A ke titik B. Debit sungai didapat dari perhitungan perkalian antara luas penampang basah dan kecepatan arus sungai. Topografi dasar sungai diketahui dengan cara mengukur beberapa titik kedalaman sungai.

Gambar 1 Peta perjalanan menuju lokasi titik 8 Sungai Cidurian dari Kampus Itenas
Gambar 1 Peta perjalanan menuju lokasi titik 8 Sungai Cidurian dari Kampus Itenas

1.1  Deskripsi Sungai Cidurian
Sungai Cidurian merupakan sungai terpanjang ke-dua setelah Sungai Cikapundung, dari 46 sungai yang mengalir melintasi Kota Bandung. Sungai Cidurian memiliki panjang 24,86 km, melintasi 16 kelurahan yang berada di Kota Bandung dan bermuara di Sungai Citarum di Kecamatan Balendah, Kabupaten Bandung (BPLH Kota Bandung).
Sungai Cidurian merupakan anak sungai Citarum. Berdasarkan Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 39 tahun 2000 tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air pada Sungai Citarum dan Anak-Anak Sungainya di Jawa Barat, air sungai Citarum peruntukannya untuk Golongan B;C;D. Golongan B adalah golongan air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum, golongan C adalah golongan air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan, dan golongan D adalah golongan air yang dapat digunakan untuk pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri dan pembangkit listrik tenaga air (Peraturan Daerah Jawa Barat No. 39 Tahun 2000).

BAB II
PEMETAAN BADAN AIR 

Berikut adalah gambar 2 merupakan peta lokasi titik sampling titik 8 Sungai Cidurian.


Gambar 2 Titik Sampling 8 Sungai Cidurian
Gambar 2 Titik Sampling 8 Sungai Cidurian



Lokasi : Jl. Rancasawo, Mekarjaya, Rancasari, Kota
Bandung, Jawa Barat 40287

Titik Sampling : Jembatan penghubung

Koordinat : 6°57'43.5"S dan 107°40'19.0"E

Tinggi penampang basah : 0.015 m

Lebar Sungai : 11.93 m

Kecepatan Arus : 7 m/s

Debit air sungai : = (0.015 cm x 11.93 m).7 m/s
= 1.2526 m3/s

Elevasi : 670 mdpl (meter di atas permukaan air laut)

Sumber Pencemar : Limbah domestik

Bentuk dasar sungai                :
Gambar 3 Bentuk Dasar Sungai Cidurian Titik 8
Gambar 3 Bentuk Dasar Sungai Cidurian Titik 8


BAB III
PEMETAAN DAERAH SEKITAR BADAN AIR


Jarak ±500 m ke arah hulu, sisi kanan dan kiri sungai terdapat padat pemukiman. Sedangkan jarak ±500 m ke hilir, sisi kanan sugai terdapat sawah ±3 hektare dan sisi kiri sungai terdapat pemukiman padat penduduk. Sawah tersebut memiliki rata-rata elevasi 668 mdpl (meter di atas permukaan air laut) sedangkan elevasi sungai yang tepat di samping sawah yaitu 669 mdpl. Berdasarkan hal tersebut ada kemungkinan adanya cemaran sisa pertanian dari sawah yang dapat mencemari air sungai.
Padatnya pemukiman yang terdapat di sisi sungai juga salah satu faktor pendukung adanya cemaran di badan air sungai. Cemaran tersebut berupa buangan air sisa aktifitas warga seperti mandi dan mencuci. Banyak juga ditemukan di badan sungai terdapat sampah padat seperti plastik-plastik bungkus makanan dan plastik lainnya. Air Sungai Cidurian titik 8 cenderung berwarna gelap karena terdapat aktifitas warga yang sedang mencari cacing di badan sungai.
Limbah domestik adalah buangan manusia (tinja dan air seni, air limbah kamar mandi, pencucian pakaian, dan sampah rumah tangga lainnya) (Sugiharto 1987). Karakteristik limbah cair domestik antara lain tingginya bahan organik (karbohidrat, protein, dan lemak), deterjen, dan partikel bahan anorganik.
Di lokasi Sungai Cidurian titik 8 ditemukan beberapa warga yang sedang mencari cacing sutera (tubifex). Menurut riset pusat studi lingkungan PPLH Mangkubumi, meningkatnya populasi cacing sutera secara masif menjadi indikator penurunan spesies ikan sebagai dampak pencemaran air sungai dengan aneka limbah industri dan rumah tangga.

Berikut gambar 4, 5, 6 dan 7 adalah dokumentasi hasil pengamatan secara langsung di Sungai Cidurian titik 8.

Gambar 4  Kondisi Sungai Cidurian Titik 8 Arah Hilir yang Dipenuhi Sampah Plastik
Gambar 4  Kondisi Sungai Cidurian Titik 8 Arah Hilir yang Dipenuhi Sampah Plastik
Gambar 5  Sampah yang Terdapat di Sungai Cidurian Titik 8
Gambar 5  Sampah yang Terdapat di Sungai Cidurian Titik 8


Gambar 6  Kondisi Sungai Arah Hulu yang Tampak Lebih Bersih dari Sampah

Gambar 7  Beberapa Warga Sedang Mencari Cacing, Terlihat Air Sungai yang Keruh

BAB IV
TUJUAN SAMPLING


Tujuan dari kegiatan sampling ini adalah untuk:
1.       Mendapatkan sampel yang bersifat objektif, representatif, teliti, tepat dan relevan.
2.      Mengetahui kualitas air sungai di Sungai Cidurian titik 8
3.      Mengetahui tata guna lahan sekitar Sungai Cidurian titik 8.
4.      Mengetahui kandungan pencemar yang terdapat di dalam air sungai Cidurian.
5.      Membandingkan kualitas air sungai dengan baku mutu air bersih.


BAB V
BAKU MUTU YANG DIGUNAKAN


Baku mutu yang digunakan sebagai pembanding kualitas air sungai yaitu Peraturan Pemerintah No 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air dan Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 39 tahun 2000 tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air pada Sungai Citarum dan Anak-Anak Sungainya di Jawa Barat.Digunakan Perda Jawa barat No 39 tahun 2000 karena Sungai Cidurian merupakan anak Sungai Citarum.  


DAFTAR PUSTAKA

Sugiharto.1987.Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah.Jakarta (ID): Universitas Indonesia
Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Peraturan Daerah Jawa Barat No. 39 Tahun 2000 Tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air Pada Sungai Citarum dan Anak-anak Sungainya di Jawa Barat.

LAPORAN PEMETAAN SUNGAI CIDURIAN TITIK 8 (6°57'43.5"S dan 107°40'19.0"E)

Radarhijau
Judul Laporan : LAPORAN PEMETAAN SUNGAI CIDURIAN TITIK 8
Nama Dosen : Dosen: Dr Ir Etih Hartati, M T
Universitas : Institut Teknologi Nasional (Itenas)
Penulis : Riki Bahari dan Salsabilla
Tahun : 2018

Sungai cidurian titik 8
Sungai cidurian titik 8

BAB I
DESKRIPSI KEGIATAN SURVEY

1.1  Kegiatan Survey
Tujuan kegiatan survei yaitu untuk mempermudah menentukan lokasi titik sampling yang sesuai standar. Titik sampling yang sesuai standar merupakan titik sampling yang menghasilkan data sample air yang objektif (data yang dihasilkan sesuai dengan keadaan sebenarnya), representatif (data mewakili kumpulannya), teliti (data terjamin kebenarannya), tepat (sesuai dengan kebutuhan), dan relevan (menunjang persoalan yang dihadapi). Data hasil kegiatan survei sangat bermanfaat untuk proses analisa lebih lanjut terhadap hasil pengukuran parameter air sungai tersebut.
Sungai yang dijadikan objek survei yaitu Sungai Cidurian titik 8. Letak koordinat titik 8 Sungai Ciduran yaitu di 6°57'43.5"S dan 107°40'19.0"E. Kegiatan survei dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2018. Perjalanan menuju tempat survei jika di ukur dari titik awal yaitu kampus Institut Teknologi Nasional membutuhkan waktu tempuh ±26 menit (pengguna kendaraan bermotor). Jarak antar titik sampling di sungai cidurian yaitu 1 km. Titik sampling sebelum titik 8 (hulu) yaitu titik 9 dan titik sampling setelah titik 8 (hilir) yaitu titik 10.
Metode survei yang dilakukan yaitu dengan cara melihat secara langsung kondisi sungai, melakukan wawancara sederhana dengan masyarakat sekitar bantaran sungai, dan melakukan analisa lebih lanjut dengan bantuan data primer yang disediakan oleh google peta/ google earth.
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan secara langsung di lokasi titik 8 sungai cidurian yaitu kedalaman sungai dan lebar sungai, luas penampang basah, kecepatan arus sungai, debit sungai, topografi dasar sungai, pemanfaatan lahan sekitar sungai, warna sungai, dan suhu udara saat itu. Data tambahan yang di dapat dari google peta/ google earth yaitu titik koordinat titik sampling tersebut dan keterangan elevasi/ ketinggian titik tersebut.
Data kedalaman sungai didapat dari pengukuran secara langsung menggunakan alat ukur kayu panjang yang diberik skala numerik. Data lebar sungai didapat dari pengukuran menggunakan tali yang dibentangkan, kemudian benang tersebut di ukur menggunakan meteran.  Luas penampang basah didapat dari perkalian lebar sungai dan kedalaman sungai. Kecepatan arus sungai diukur dengan cara melemparkan benda yang bisa terapung ke badan sungai kemduian dihitung waktu yang dibutuhkan benda tersebut bergerak dari titik A ke titik B. Debit sungai didapat dari perhitungan perkalian antara luas penampang basah dan kecepatan arus sungai. Topografi dasar sungai diketahui dengan cara mengukur beberapa titik kedalaman sungai.

Gambar 1 Peta perjalanan menuju lokasi titik 8 Sungai Cidurian dari Kampus Itenas
Gambar 1 Peta perjalanan menuju lokasi titik 8 Sungai Cidurian dari Kampus Itenas

1.1  Deskripsi Sungai Cidurian
Sungai Cidurian merupakan sungai terpanjang ke-dua setelah Sungai Cikapundung, dari 46 sungai yang mengalir melintasi Kota Bandung. Sungai Cidurian memiliki panjang 24,86 km, melintasi 16 kelurahan yang berada di Kota Bandung dan bermuara di Sungai Citarum di Kecamatan Balendah, Kabupaten Bandung (BPLH Kota Bandung).
Sungai Cidurian merupakan anak sungai Citarum. Berdasarkan Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 39 tahun 2000 tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air pada Sungai Citarum dan Anak-Anak Sungainya di Jawa Barat, air sungai Citarum peruntukannya untuk Golongan B;C;D. Golongan B adalah golongan air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum, golongan C adalah golongan air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan, dan golongan D adalah golongan air yang dapat digunakan untuk pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri dan pembangkit listrik tenaga air (Peraturan Daerah Jawa Barat No. 39 Tahun 2000).

BAB II
PEMETAAN BADAN AIR 

Berikut adalah gambar 2 merupakan peta lokasi titik sampling titik 8 Sungai Cidurian.


Gambar 2 Titik Sampling 8 Sungai Cidurian
Gambar 2 Titik Sampling 8 Sungai Cidurian



Lokasi : Jl. Rancasawo, Mekarjaya, Rancasari, Kota
Bandung, Jawa Barat 40287

Titik Sampling : Jembatan penghubung

Koordinat : 6°57'43.5"S dan 107°40'19.0"E

Tinggi penampang basah : 0.015 m

Lebar Sungai : 11.93 m

Kecepatan Arus : 7 m/s

Debit air sungai : = (0.015 cm x 11.93 m).7 m/s
= 1.2526 m3/s

Elevasi : 670 mdpl (meter di atas permukaan air laut)

Sumber Pencemar : Limbah domestik

Bentuk dasar sungai                :
Gambar 3 Bentuk Dasar Sungai Cidurian Titik 8
Gambar 3 Bentuk Dasar Sungai Cidurian Titik 8


BAB III
PEMETAAN DAERAH SEKITAR BADAN AIR


Jarak ±500 m ke arah hulu, sisi kanan dan kiri sungai terdapat padat pemukiman. Sedangkan jarak ±500 m ke hilir, sisi kanan sugai terdapat sawah ±3 hektare dan sisi kiri sungai terdapat pemukiman padat penduduk. Sawah tersebut memiliki rata-rata elevasi 668 mdpl (meter di atas permukaan air laut) sedangkan elevasi sungai yang tepat di samping sawah yaitu 669 mdpl. Berdasarkan hal tersebut ada kemungkinan adanya cemaran sisa pertanian dari sawah yang dapat mencemari air sungai.
Padatnya pemukiman yang terdapat di sisi sungai juga salah satu faktor pendukung adanya cemaran di badan air sungai. Cemaran tersebut berupa buangan air sisa aktifitas warga seperti mandi dan mencuci. Banyak juga ditemukan di badan sungai terdapat sampah padat seperti plastik-plastik bungkus makanan dan plastik lainnya. Air Sungai Cidurian titik 8 cenderung berwarna gelap karena terdapat aktifitas warga yang sedang mencari cacing di badan sungai.
Limbah domestik adalah buangan manusia (tinja dan air seni, air limbah kamar mandi, pencucian pakaian, dan sampah rumah tangga lainnya) (Sugiharto 1987). Karakteristik limbah cair domestik antara lain tingginya bahan organik (karbohidrat, protein, dan lemak), deterjen, dan partikel bahan anorganik.
Di lokasi Sungai Cidurian titik 8 ditemukan beberapa warga yang sedang mencari cacing sutera (tubifex). Menurut riset pusat studi lingkungan PPLH Mangkubumi, meningkatnya populasi cacing sutera secara masif menjadi indikator penurunan spesies ikan sebagai dampak pencemaran air sungai dengan aneka limbah industri dan rumah tangga.

Berikut gambar 4, 5, 6 dan 7 adalah dokumentasi hasil pengamatan secara langsung di Sungai Cidurian titik 8.

Gambar 4  Kondisi Sungai Cidurian Titik 8 Arah Hilir yang Dipenuhi Sampah Plastik
Gambar 4  Kondisi Sungai Cidurian Titik 8 Arah Hilir yang Dipenuhi Sampah Plastik
Gambar 5  Sampah yang Terdapat di Sungai Cidurian Titik 8
Gambar 5  Sampah yang Terdapat di Sungai Cidurian Titik 8


Gambar 6  Kondisi Sungai Arah Hulu yang Tampak Lebih Bersih dari Sampah

Gambar 7  Beberapa Warga Sedang Mencari Cacing, Terlihat Air Sungai yang Keruh

BAB IV
TUJUAN SAMPLING


Tujuan dari kegiatan sampling ini adalah untuk:
1.       Mendapatkan sampel yang bersifat objektif, representatif, teliti, tepat dan relevan.
2.      Mengetahui kualitas air sungai di Sungai Cidurian titik 8
3.      Mengetahui tata guna lahan sekitar Sungai Cidurian titik 8.
4.      Mengetahui kandungan pencemar yang terdapat di dalam air sungai Cidurian.
5.      Membandingkan kualitas air sungai dengan baku mutu air bersih.


BAB V
BAKU MUTU YANG DIGUNAKAN


Baku mutu yang digunakan sebagai pembanding kualitas air sungai yaitu Peraturan Pemerintah No 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air dan Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 39 tahun 2000 tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air pada Sungai Citarum dan Anak-Anak Sungainya di Jawa Barat.Digunakan Perda Jawa barat No 39 tahun 2000 karena Sungai Cidurian merupakan anak Sungai Citarum.  


DAFTAR PUSTAKA

Sugiharto.1987.Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah.Jakarta (ID): Universitas Indonesia
Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Peraturan Daerah Jawa Barat No. 39 Tahun 2000 Tentang Peruntukan Air dan Baku Mutu Air Pada Sungai Citarum dan Anak-anak Sungainya di Jawa Barat.

No comments

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)