Social Items

Assalamualikum sahabat hijau.
Hari ini saya akan memposting TIPS MENENTUKAN JURUSAN DAN TEMPAT KULIAHBuat kalian yang sampai detik ini masih bingung mau kuliah di jurusan apa dan dimana, kalian tepat sekali jika kalain membaca artikel ini. Selamat menyimak semoga mendapatkan sebuah pencerahan yang bermanfaat.

Beberapa Logo PTN dan PTS di IndonesiA
Beberapa Logo PTN dan PTS di Indonesia
Mau Daftar Kuliah Dimana???

Coba yang saat ini masih bingung mau kuliah dimana angkat tangan!!
Wajar ko, memang gampang - gampang susah saat kita harus menentukan tempat kuliah. Saat-saat ini sungguh sangat ramai sekali anak-anak SMA/sederajat membicarakan tentang kuliah. Mau kuliah dinama?? Fakultas apa?? mau masuk jalur apa? dan bla.. bla..
Buat kalian yang masih bingung dengan hal itu, saya akan mencoba memberikan beberapa Tips untuk kalian agar mudah dalam memilih Jurusan kuliah.

1. Kenali diri Pribadi, "Saya itu sebenernya suka apa si?"

Bagaimana cara mengenali minat dan bakat kita?? Sebenernya secara tidak langsung kalian sudah tau itu. Coba perhatikan diri sendiri, sahabat sekalian dalam keseharian suka melakukan hal apa saja??

Contohnya seperti ini. Saya dulu saat SMA waktu diberikan tugas untuk membuat denah lokasi Bang Sampah. Saat itu saya langsung explore ke internet cari program cara membuat peta lokasi. Bahkan dalam bentuk 3D. Awalnya iseng-iseng namun lama kelamaan semakin suka dengan yang namanya pemetaan bahkan membuat bangunan rumah 3D sekalipun. Nah itulah yang dinamakan "Passion" tujuan hati. 

Bisa saja kalian seperti saya, minatnya menjadi Arsitek. Masih banyak lagi kok contoh kasus-kasus lainnya. Nah coba deh mulai sekarang kenali diri kita pribadi.

Kalo kita udah tau passion kita apa. Saat kuliah nanti kita akan menjalankan kuliah dengan sangat mudah dan nyaman.
"Kunci kesuksesan adalah keikhlasan dan kenyamanan"
Jika kita sudah ikhlas dan nyaman dalam melaksanakan kuliah Insyaa Allah nanti pas kuliah tugas-tugas dari dosen yang banyak seabrek akan terselesaikan dengan mudah. Otomatis hasil IPK pun memuaskan (Aamiin). Setelah lulus kuliah pun kita akan mendapat kerja yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Jika sudah merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan, kata "sukses" pun perlahan akan mengikuti kita dengan sendirinya.

Prinsip saya adalah "Kejarlah Apa yang Kita Minati, Kesuksesan akan datang dengan Sendirinya"

2. Jangan Hanya Mementingkan Prospek kerja dan Besarnya Gaji yang didapat.

Pastinya setiap calon mahasiswa hal pertama yang dilihat saat akan menentukan jurusan kuliah adalah Prospek Kerja dan Besarnya Gaji yang kelak akan didapat. Tapi apakah semua itu akan menjamin bahwa kita akan kerja 100% di bidang tersebut?? Sahabatku.. Persaingan kerja saat ini sudah sangat ketat sekali.
Ok, seandainya kita dapet pekerjaan yang kita inginkan dengan gaji yang sangat berlimpah. Apakah kita nyaman dengan pekerjaan yang kita pilih??
Bukanya tujuan hidup itu Bahagia?? ok.. kita akan bahagia jika kita dapat memenuhi kebutuhan kita dan kebutuhan kita akan terpenuhi dengan adanya uang yang mencukupi tapi apakah hanya dengan uang kita sudah cukup bahagia?? itu relatif ya sob.. mungkin jawaban kalian beraneka ragam.
Tapi seperti yang sebelumnya saya ucap.
"Kejarlah Apa yang Kita Minati, Kesuksesan akan datang dengan Sendirinya"
Jika kita sudah dapat kerja yang sesuai dengan minat kita,  kerja sudah seperti hobby. Perlu kita akui mendapat gaji yang besar itu tidaklah mudah dan instan. Butuh kerja keras dan kesabaran. Intinya kita harus Ikhlas dan Nyaman. Masalah gaji yang berlimbah akan mengikuti dengan sendiri.

Update!
Setelah saya lulus D3 di IPB, prinsip saya perlahan berubah haluan. Berawal dari seorang idealis menjadi seorang yang idealis+realis. Ini merupakan postingan saya waktu saya SMA (lebih tepatnya transisi ke masa kuliah). Dan ini merupakan update postingan saat saya sudah lulus kuliah.

Sebenarnya sah-sah saja jika kita mempunyai planing yang jelas (tujuan hidup, mau jadi apa kita di masa depan) namun setelah saya melewati dunia "dewasa" pemikiran idealis seperti itu perlahan berubah menjadi lebih fleksible tak perlu kaku alias tak mengapa dibarengi dengan sikap realis. Sikap realis itu seperti apa? sikap realis adalah sikap kita untuk mengambil jalan sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi.

Contoh kasus. Si A merupakan sarjana lulusan teknik sipil. Setelah lulus Si A mendapat tawaran bekerja di Bank swasta dengan gaji yang lumayan besar. Si A bingung, di sisi lain ia ingin sekali membuka usaha konsultan sendiri, namun modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha konsultan sendiri tidaklah kecil. Menjadi konsultan terkenal merupakan cita-cita Si A dari dulu. Hingga akhirnya Si A memutuskan untuk menerima tawaran Bank Swasta tersebut. Saat bekerja di Bank, Si A bertujuan untuk mengumpulkan modal terlebih dahulu dan berusaha mencari pengalaman dunia kerja terlebih dahulu. Setelah Si A sudah tau seluk beluk dunia usaha/kerja dan pastinya sudah memiliki modal barulah Si A memutuskan untuk resign dan merintis usaha konsultannya tersebut.

Tapi itu semua tergantung prinsip kita masing-masing ya sob, kalaupun kita berbeda pendapat itu sangatlah wajar, yang terpenting adalah ikhlas dan tulus menjalani semua pilihan kita.

3. Satukan Tujuan Hati dengan Pendapat Orang Tua

Jika kita mendapat masalah terhadap adanya perbedaan pendapat dengan orang tua bagaimana solusi mengatasinya??

Pertama, sering-seringlah mengadakan rapat khusus dengan keluarga/orangtua.
- Coba bicarakan minat bakat kamu sebenernya.
- Yakinkan dan satukan tujuan kalian dengan orang tua.
- Bahas satu persatu kelebihan jika kalian kuliah di bidang yang kalian minati
- Dan jangan lupa kita juga harus membahas tentang kekurangan/masalah jika kita tetep memilih kuliah dengan tujuan kita sendiri. Baru kemudian didiskusikan masalah tersebut bersama-sama.

Kedua, Buktikan bahwa minat kita itu tidak hanya setengah-setengah atau hanya sekedar minat seru-seruan saja. Bagaimana cara membuktikan kesungguhan kita? Tingkatkan nilai mata pelajaran yang berhubungan dengan minat kita, ikuti perlombaan-perlombaan yang berhubungan dengan minat kita. Sukur Alhamdulillah jika dapat juara agar orangtua tambah bangga dan percaya.

Ketiga, Cari Informasi sebanyak - banyaknya tentang minat bakat kita. Contoh kita mau kuliah di bidang Arsitek dan Teknik Lingkungan. Cari info-info perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut. Cari info-info prospek kerjanya apa aja. dll. Pasti dengan banyaknya informasi yang kita sajikan dan jelaskan ke orangtua, orangtua pun sedikit demi sedikit mulai mengerti dan setuju dengan apa yang kita mau.

4. Jangan Gengsi Memilih Tempat Kuliah

Sekarang saya kuliah di Institut Pertanian Bogor Program Diploma Program Keahlian Teknik dan Manajemen Lingkungan. Jujur waktu saya SMA tidak ada niat sedikitpun kuliah di D3. Ekspetasi saya, saya akan menjadi sarjana S1. Tapi Allah berkehendak lain.
Sekedar sharing, saya akan paparkan track record proses kerja keras saya dalam meraih Perguruan Tinggi Idaman.

1. SNMPTN
Pilihan 1) Sistem Informasi (UI) GAGAL
Pilihan 2) Arsitek Landscape (IPB) GAGAL
Pilihan 3) Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (IPB) GAGAL

2. USMI D3 IPB
Pilihan 1) Teknik dan Manajemen Lingkungan BERHASIL
Pilihan 2) Komunikasi GAGAL
Pilihan 3) Informatika GAGAL

3. SBMPTN
Pilihan 1) Teknik Industri (ITB Kampus Ganesa) GAGAL
Pilihan 2) Teknik Industri (ITB Kampus Jatinangor) GAGAL
Pilihan 3) Arsitek (ITB Kampus Ganesa) GAGAL

4. SIMAK UI

Pilihan 1) Sistem Informasi GAGAL



Entah apakah salah atau benar strategi saya dalam menentukan pilihan - pilihan jurusan dan kampus. Tapi intinya selagi kita merasa yakin dan bisa kenapa tidak?? Tapi sayangnya saya hanya bisa meraih PTN di jalur D3 itupun saya sangat bersyukur sekali. Saran dari saya, jika kalian akan menentukan pilihan-pilihan, cobalah pilih pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan kalian masing-masing. Faktor doa dan keberuntungan pun sangat besar loh sob... bukan berarti orang pinter terjamin akan masuk ke perguruan tinggi idaman.

Balik lagi ke masalah Jangan Gengsi memilih tempat kuliah. Yang perlu kalian ingat
"Kalian harus merasakan betapa sulitnya mendapatkan Perguruan Tinggi Idaman apalagi Negeri"

Saat ini saya akan membahas dua point yang biasanya menjadi problema diantara calon mahasiswa, yaitu:

1. Antara PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri)
Mau PTS atau PTN menurut saya sama aja, bahkan ada juga kok PTS-PTS yang kulitasnya setara bahkan lebih dari PTN. Mau sebagus apapun akreditasi Perguruan Tinggi jika kita belajarnya tidak serius tetep saja tidak menjamin kita akan sukses kan?? So buat kalian yang mungkin masuk PTS jangan berkecil hati. Kesuksesan seseorang bukan dilihat darimana asal kita kuliah. Tapi ketekunan dan usaha keraslah yang menjadikan kita semua sukses.

2. Antara D3 dan S1
Ini nih... Masalah juga nih. Sempet saya "kesal" jika mendengar kata "Ko kuliahnya D3? kenapa gk S1 sekalian aja?" Saya juga sangat ingin sekali kuliah S1 tapi apa boleh buat Allah sudah memberikan jalan jika saya harus kuliah di D3. Semua itu ada proses dan jalannya masing-masing. Saya sebagai manusia hanya bisa berusaha, dan inilah yang Allah kasih buat saya. Buat kalian-kaliansahabat hijauku berikut saya akan paparkan beberapa kelebihan kuliah di D3.

Kelebihan Kuliah di D3
1. Hanya membutuhkan 3 tahun untuk lulus.
2. Prospek mendapatkan pekerjaan lebih luas dan cepat dibandingkan dengan S1
3. Kemampuan di dalam praktek lapangan sangat mumpuni
4. Bisa dilanjutkan ke jenjang D4 ataupun S1
Jadi mulai sekarang cobalah membuka fikiran terhadap D3 yang sebenarnya.

Tambahan:
Berikut adalah DAFTAR JURUSAN di PTN

Update!
Seperti yang diceritakan sebelumnya, saya merupakan lulusan D3 IPB (kampus PTN). Setelah saya lulus akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi. Saya melanjutkan ke program pendidikan Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Nasional (kampus PTS di Bandung). Pertanyaannya, kenapa memilih swasta?. Salah satu alasan penting saya memilih kuliah di ITENAS yaitu akreditasi jurusan Teknik Lingkungan sudah kategori A. Kedua adalah jurusan tersebut masih serumpun dengan jurusan saya yang dulu. Sayang sekali padahal sudah lulusan negeri, kenapa dilanjut kuliah? kenapa tidak langsung bekerja saja? Jujur saja saya merasa ilmu yang saya dapat selama kuliah 3 tahun di IPB masih jauh sekali (entah kenapa saya masih haus akan ilmu pengetahuan ­čśü). Terlebih saya ingin mewujudkan cita-cita saya yaitu dari D3 menuju S3Aamiin.

Ok mungkin itu saja postingan yang kali ini saya bisa sampaikan. Semoga membantu. Terimakasih. Salam Hijau!!

Wassalamualaikum...



Sumber: Pengalaman Pribadi

Tips Memilih Kampus dan Jurusan Kuliah

Radarhijau
Assalamualikum sahabat hijau.
Hari ini saya akan memposting TIPS MENENTUKAN JURUSAN DAN TEMPAT KULIAHBuat kalian yang sampai detik ini masih bingung mau kuliah di jurusan apa dan dimana, kalian tepat sekali jika kalain membaca artikel ini. Selamat menyimak semoga mendapatkan sebuah pencerahan yang bermanfaat.

Beberapa Logo PTN dan PTS di IndonesiA
Beberapa Logo PTN dan PTS di Indonesia
Mau Daftar Kuliah Dimana???

Coba yang saat ini masih bingung mau kuliah dimana angkat tangan!!
Wajar ko, memang gampang - gampang susah saat kita harus menentukan tempat kuliah. Saat-saat ini sungguh sangat ramai sekali anak-anak SMA/sederajat membicarakan tentang kuliah. Mau kuliah dinama?? Fakultas apa?? mau masuk jalur apa? dan bla.. bla..
Buat kalian yang masih bingung dengan hal itu, saya akan mencoba memberikan beberapa Tips untuk kalian agar mudah dalam memilih Jurusan kuliah.

1. Kenali diri Pribadi, "Saya itu sebenernya suka apa si?"

Bagaimana cara mengenali minat dan bakat kita?? Sebenernya secara tidak langsung kalian sudah tau itu. Coba perhatikan diri sendiri, sahabat sekalian dalam keseharian suka melakukan hal apa saja??

Contohnya seperti ini. Saya dulu saat SMA waktu diberikan tugas untuk membuat denah lokasi Bang Sampah. Saat itu saya langsung explore ke internet cari program cara membuat peta lokasi. Bahkan dalam bentuk 3D. Awalnya iseng-iseng namun lama kelamaan semakin suka dengan yang namanya pemetaan bahkan membuat bangunan rumah 3D sekalipun. Nah itulah yang dinamakan "Passion" tujuan hati. 

Bisa saja kalian seperti saya, minatnya menjadi Arsitek. Masih banyak lagi kok contoh kasus-kasus lainnya. Nah coba deh mulai sekarang kenali diri kita pribadi.

Kalo kita udah tau passion kita apa. Saat kuliah nanti kita akan menjalankan kuliah dengan sangat mudah dan nyaman.
"Kunci kesuksesan adalah keikhlasan dan kenyamanan"
Jika kita sudah ikhlas dan nyaman dalam melaksanakan kuliah Insyaa Allah nanti pas kuliah tugas-tugas dari dosen yang banyak seabrek akan terselesaikan dengan mudah. Otomatis hasil IPK pun memuaskan (Aamiin). Setelah lulus kuliah pun kita akan mendapat kerja yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Jika sudah merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan, kata "sukses" pun perlahan akan mengikuti kita dengan sendirinya.

Prinsip saya adalah "Kejarlah Apa yang Kita Minati, Kesuksesan akan datang dengan Sendirinya"

2. Jangan Hanya Mementingkan Prospek kerja dan Besarnya Gaji yang didapat.

Pastinya setiap calon mahasiswa hal pertama yang dilihat saat akan menentukan jurusan kuliah adalah Prospek Kerja dan Besarnya Gaji yang kelak akan didapat. Tapi apakah semua itu akan menjamin bahwa kita akan kerja 100% di bidang tersebut?? Sahabatku.. Persaingan kerja saat ini sudah sangat ketat sekali.
Ok, seandainya kita dapet pekerjaan yang kita inginkan dengan gaji yang sangat berlimpah. Apakah kita nyaman dengan pekerjaan yang kita pilih??
Bukanya tujuan hidup itu Bahagia?? ok.. kita akan bahagia jika kita dapat memenuhi kebutuhan kita dan kebutuhan kita akan terpenuhi dengan adanya uang yang mencukupi tapi apakah hanya dengan uang kita sudah cukup bahagia?? itu relatif ya sob.. mungkin jawaban kalian beraneka ragam.
Tapi seperti yang sebelumnya saya ucap.
"Kejarlah Apa yang Kita Minati, Kesuksesan akan datang dengan Sendirinya"
Jika kita sudah dapat kerja yang sesuai dengan minat kita,  kerja sudah seperti hobby. Perlu kita akui mendapat gaji yang besar itu tidaklah mudah dan instan. Butuh kerja keras dan kesabaran. Intinya kita harus Ikhlas dan Nyaman. Masalah gaji yang berlimbah akan mengikuti dengan sendiri.

Update!
Setelah saya lulus D3 di IPB, prinsip saya perlahan berubah haluan. Berawal dari seorang idealis menjadi seorang yang idealis+realis. Ini merupakan postingan saya waktu saya SMA (lebih tepatnya transisi ke masa kuliah). Dan ini merupakan update postingan saat saya sudah lulus kuliah.

Sebenarnya sah-sah saja jika kita mempunyai planing yang jelas (tujuan hidup, mau jadi apa kita di masa depan) namun setelah saya melewati dunia "dewasa" pemikiran idealis seperti itu perlahan berubah menjadi lebih fleksible tak perlu kaku alias tak mengapa dibarengi dengan sikap realis. Sikap realis itu seperti apa? sikap realis adalah sikap kita untuk mengambil jalan sesuai dengan kenyataan yang sedang terjadi.

Contoh kasus. Si A merupakan sarjana lulusan teknik sipil. Setelah lulus Si A mendapat tawaran bekerja di Bank swasta dengan gaji yang lumayan besar. Si A bingung, di sisi lain ia ingin sekali membuka usaha konsultan sendiri, namun modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha konsultan sendiri tidaklah kecil. Menjadi konsultan terkenal merupakan cita-cita Si A dari dulu. Hingga akhirnya Si A memutuskan untuk menerima tawaran Bank Swasta tersebut. Saat bekerja di Bank, Si A bertujuan untuk mengumpulkan modal terlebih dahulu dan berusaha mencari pengalaman dunia kerja terlebih dahulu. Setelah Si A sudah tau seluk beluk dunia usaha/kerja dan pastinya sudah memiliki modal barulah Si A memutuskan untuk resign dan merintis usaha konsultannya tersebut.

Tapi itu semua tergantung prinsip kita masing-masing ya sob, kalaupun kita berbeda pendapat itu sangatlah wajar, yang terpenting adalah ikhlas dan tulus menjalani semua pilihan kita.

3. Satukan Tujuan Hati dengan Pendapat Orang Tua

Jika kita mendapat masalah terhadap adanya perbedaan pendapat dengan orang tua bagaimana solusi mengatasinya??

Pertama, sering-seringlah mengadakan rapat khusus dengan keluarga/orangtua.
- Coba bicarakan minat bakat kamu sebenernya.
- Yakinkan dan satukan tujuan kalian dengan orang tua.
- Bahas satu persatu kelebihan jika kalian kuliah di bidang yang kalian minati
- Dan jangan lupa kita juga harus membahas tentang kekurangan/masalah jika kita tetep memilih kuliah dengan tujuan kita sendiri. Baru kemudian didiskusikan masalah tersebut bersama-sama.

Kedua, Buktikan bahwa minat kita itu tidak hanya setengah-setengah atau hanya sekedar minat seru-seruan saja. Bagaimana cara membuktikan kesungguhan kita? Tingkatkan nilai mata pelajaran yang berhubungan dengan minat kita, ikuti perlombaan-perlombaan yang berhubungan dengan minat kita. Sukur Alhamdulillah jika dapat juara agar orangtua tambah bangga dan percaya.

Ketiga, Cari Informasi sebanyak - banyaknya tentang minat bakat kita. Contoh kita mau kuliah di bidang Arsitek dan Teknik Lingkungan. Cari info-info perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut. Cari info-info prospek kerjanya apa aja. dll. Pasti dengan banyaknya informasi yang kita sajikan dan jelaskan ke orangtua, orangtua pun sedikit demi sedikit mulai mengerti dan setuju dengan apa yang kita mau.

4. Jangan Gengsi Memilih Tempat Kuliah

Sekarang saya kuliah di Institut Pertanian Bogor Program Diploma Program Keahlian Teknik dan Manajemen Lingkungan. Jujur waktu saya SMA tidak ada niat sedikitpun kuliah di D3. Ekspetasi saya, saya akan menjadi sarjana S1. Tapi Allah berkehendak lain.
Sekedar sharing, saya akan paparkan track record proses kerja keras saya dalam meraih Perguruan Tinggi Idaman.

1. SNMPTN
Pilihan 1) Sistem Informasi (UI) GAGAL
Pilihan 2) Arsitek Landscape (IPB) GAGAL
Pilihan 3) Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (IPB) GAGAL

2. USMI D3 IPB
Pilihan 1) Teknik dan Manajemen Lingkungan BERHASIL
Pilihan 2) Komunikasi GAGAL
Pilihan 3) Informatika GAGAL

3. SBMPTN
Pilihan 1) Teknik Industri (ITB Kampus Ganesa) GAGAL
Pilihan 2) Teknik Industri (ITB Kampus Jatinangor) GAGAL
Pilihan 3) Arsitek (ITB Kampus Ganesa) GAGAL

4. SIMAK UI

Pilihan 1) Sistem Informasi GAGAL



Entah apakah salah atau benar strategi saya dalam menentukan pilihan - pilihan jurusan dan kampus. Tapi intinya selagi kita merasa yakin dan bisa kenapa tidak?? Tapi sayangnya saya hanya bisa meraih PTN di jalur D3 itupun saya sangat bersyukur sekali. Saran dari saya, jika kalian akan menentukan pilihan-pilihan, cobalah pilih pilihan yang sesuai dengan minat dan kemampuan kalian masing-masing. Faktor doa dan keberuntungan pun sangat besar loh sob... bukan berarti orang pinter terjamin akan masuk ke perguruan tinggi idaman.

Balik lagi ke masalah Jangan Gengsi memilih tempat kuliah. Yang perlu kalian ingat
"Kalian harus merasakan betapa sulitnya mendapatkan Perguruan Tinggi Idaman apalagi Negeri"

Saat ini saya akan membahas dua point yang biasanya menjadi problema diantara calon mahasiswa, yaitu:

1. Antara PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri)
Mau PTS atau PTN menurut saya sama aja, bahkan ada juga kok PTS-PTS yang kulitasnya setara bahkan lebih dari PTN. Mau sebagus apapun akreditasi Perguruan Tinggi jika kita belajarnya tidak serius tetep saja tidak menjamin kita akan sukses kan?? So buat kalian yang mungkin masuk PTS jangan berkecil hati. Kesuksesan seseorang bukan dilihat darimana asal kita kuliah. Tapi ketekunan dan usaha keraslah yang menjadikan kita semua sukses.

2. Antara D3 dan S1
Ini nih... Masalah juga nih. Sempet saya "kesal" jika mendengar kata "Ko kuliahnya D3? kenapa gk S1 sekalian aja?" Saya juga sangat ingin sekali kuliah S1 tapi apa boleh buat Allah sudah memberikan jalan jika saya harus kuliah di D3. Semua itu ada proses dan jalannya masing-masing. Saya sebagai manusia hanya bisa berusaha, dan inilah yang Allah kasih buat saya. Buat kalian-kaliansahabat hijauku berikut saya akan paparkan beberapa kelebihan kuliah di D3.

Kelebihan Kuliah di D3
1. Hanya membutuhkan 3 tahun untuk lulus.
2. Prospek mendapatkan pekerjaan lebih luas dan cepat dibandingkan dengan S1
3. Kemampuan di dalam praktek lapangan sangat mumpuni
4. Bisa dilanjutkan ke jenjang D4 ataupun S1
Jadi mulai sekarang cobalah membuka fikiran terhadap D3 yang sebenarnya.

Tambahan:
Berikut adalah DAFTAR JURUSAN di PTN

Update!
Seperti yang diceritakan sebelumnya, saya merupakan lulusan D3 IPB (kampus PTN). Setelah saya lulus akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi. Saya melanjutkan ke program pendidikan Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Nasional (kampus PTS di Bandung). Pertanyaannya, kenapa memilih swasta?. Salah satu alasan penting saya memilih kuliah di ITENAS yaitu akreditasi jurusan Teknik Lingkungan sudah kategori A. Kedua adalah jurusan tersebut masih serumpun dengan jurusan saya yang dulu. Sayang sekali padahal sudah lulusan negeri, kenapa dilanjut kuliah? kenapa tidak langsung bekerja saja? Jujur saja saya merasa ilmu yang saya dapat selama kuliah 3 tahun di IPB masih jauh sekali (entah kenapa saya masih haus akan ilmu pengetahuan ­čśü). Terlebih saya ingin mewujudkan cita-cita saya yaitu dari D3 menuju S3Aamiin.

Ok mungkin itu saja postingan yang kali ini saya bisa sampaikan. Semoga membantu. Terimakasih. Salam Hijau!!

Wassalamualaikum...



Sumber: Pengalaman Pribadi

No comments

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)