Social Items

Berikut adalah contoh soal kasus perencanaan pengelolaan air limbah:

idea-bulb-paper-sketch-8704
sumber gambar: pexels.com


1. Diketahui: 

Berat jenis air limbah = Berat jenis air. Setelah melalui proses flokulasi dan koagulasi berat jenis air limbah berubah menjadi < Berat jenis air. Suhu air limbah 60. BOD yang dihasilkan > 5000 ppm
Ditanyakan: Perencanaan IPAL seperti apakah yang cocok dengan karakteristik limbah tersebut!

Penyelesaian:

Study Kasus Perencanaan Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
sumber gambar: Dokument pribadi

Penjelasan


1. Inlet 

Air limbah masuk ke IPAL melalui inlet 


2. Cooling Treatment 

Diketahui bahwa suhu air limbah yaitu 60℃, agar air limbah tidak merusak alat IPAL maka diperlukan proses pendinginan (cooling treatment) supaya air limbah memiliki suhu normal (suhu ruangan ). Tahap pretreatmen ini dikategorikan sebagai proses fisika, karena prosesnya menggunakan sistem gravitasi. Air limbah dibiarkan mengalir dari elevasi tinggi ke rendah. 
*Tahap Pretreatment adalah tahap awal sebelum memasuki tahap utama dalam IPAL (belum diberikan perlakuan khusus) 

3. Screening 
Tahap ini dilakukan untuk memisahkan air limbah dengan sampah-sampah kasar (plastik, daun, ranting, dll). Tahap ini juga berfungsi agar alat IPAL tidak rusak/tidak terllau berat dalam mengolah air limbah. Screening masih dalam kategori Pretreatment dan merupakan proses fisika. 

4. Equalisasi dan Netralisasi 
Kedua proses ini sengaja dijadikan dalam satu proses di satu bak yang sama, dikarenakan untuk mencapai efisiensi biaya pembuatan/operasional IPAL itu sendiri. Equalisasi adalah proses penghomogenan air limbah. Air limbah yang awalnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, disinalah air limbah tersebut di homogenkan. Peristiwa homogenisasi juga berfungsi untuk proses netralisasi pH. Proses ini termasuk ke dalam proses kimia dan merupakan proses yang sudah memasuki proses primary treatment (proses utama).

5. Koagulasi/Flokulasi dan Aerasi
Proses Koagulasi, Flokulasi, dan Aerasi bisa dijadikan dalam satu proses di satu bak yang sama. Proses Koagulasi merupakan proses pemberian koagulan (biasanya PAC) ke air limbah yang berfungsi untuk membuat kogulan-kogulan pada air limbah, kogulan itulah yang mengikat partikel tersuspensi di air limbah. Flokulasi hampir mirip dengan koagulasi, namun Flokulasi ini merupakan proses terusan dari koagulasi, kogulan-kogulan tersebut kemudian menggumpal menjadi satu (menjadi flok). Nah, di dalam flok-flok tersebut hidup/tumbuh bakteri yang lama kelamaan akan menjadi lumpur aktif (lumpur yang berasal dari flok yang tersuspensi bakteri). Bakteri tersebut akan tetap hidup apabila ada oksigen yang terus tersuplai, maka dari itu sangat cocok apabila proses aerasi dilakukan bersamaan dengan proses flokulasi dan kiagulasi.
Proses Koagulasi dan Flokulasiitu sendiri merupakan proses kimia, karena menggunakan bahan kimia seperti PAC dan merupakan secondary treatment. Sedangkan proses aerasi merupakan proses biologi, karena proses tersebut bersinggungan langsung dengan tumbuh kembang makhluk hidup (bakteri) dan merupakan tersiery treatment.

6. Proses Anaerob
Proses ini perlu dilakukan karena BOD yang dihasilkan air limbah > 5000 ppm, oleh karena itu selain proses aerasi, proses anaerob juga perlu dilakukan. Proses ini termasuk ke dalam proses biologi dan merupakan proses terisery treatment.

7. Flotasi
Proses ini dilakukan kerena masa jenis limbah < masa jenis air, dengan kata lain limbah tersebut jika bercampur dengan air akan berada di lapisan atas air. Karakteristik limbah seperti ini cocok ditangani dengan proses flotasi.

8. Kontrol
Bak kontrol merupakan bak yang berisi air limbah yang sudah di treatment. Posisinya diletakan sebelum outlet. Bak kontrol berfungsi untuk mengontrol Baku Mutu air sebelum air tersebut benar-benar dilepas ke outlet. Biasanya di bak kontrol terdapat indikator alami yaitu ikan mas.

*Kenapa tidak ada tahap sedimentasi?
Berdasarkan kasus, karakteristik air limbah masa jenisnya < masa jenis air. Sedangkan sedimentasi diperlukan jika masa jenis air limbah > masa jenis air.

Ok itulah sedikit bahasan mengenai Study Kasus Perencanaan Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Lain waktu, Insya Allah aku coba sekalian kasih desain instalasi dari IPAL tersebut. 
Mohon maaf jika ada yang keliru dari penjelasan saya, itu merupakan contoh perencanaan IPAL dari saya. 

Setiap perencanaan IPAL selalu berbeda-beda, dilihat berdasarkan Karakteristik Air Limbah dan Budget dari operasional/pembangunan IPAL tersebut
Sekian dan Salam Radar Hijau!


Study Kasus Perencanaan Pengelolaan Air Limbah (IPAL)

Radarhijau
Berikut adalah contoh soal kasus perencanaan pengelolaan air limbah:

idea-bulb-paper-sketch-8704
sumber gambar: pexels.com


1. Diketahui: 

Berat jenis air limbah = Berat jenis air. Setelah melalui proses flokulasi dan koagulasi berat jenis air limbah berubah menjadi < Berat jenis air. Suhu air limbah 60. BOD yang dihasilkan > 5000 ppm
Ditanyakan: Perencanaan IPAL seperti apakah yang cocok dengan karakteristik limbah tersebut!

Penyelesaian:

Study Kasus Perencanaan Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
sumber gambar: Dokument pribadi

Penjelasan


1. Inlet 

Air limbah masuk ke IPAL melalui inlet 


2. Cooling Treatment 

Diketahui bahwa suhu air limbah yaitu 60℃, agar air limbah tidak merusak alat IPAL maka diperlukan proses pendinginan (cooling treatment) supaya air limbah memiliki suhu normal (suhu ruangan ). Tahap pretreatmen ini dikategorikan sebagai proses fisika, karena prosesnya menggunakan sistem gravitasi. Air limbah dibiarkan mengalir dari elevasi tinggi ke rendah. 
*Tahap Pretreatment adalah tahap awal sebelum memasuki tahap utama dalam IPAL (belum diberikan perlakuan khusus) 

3. Screening 
Tahap ini dilakukan untuk memisahkan air limbah dengan sampah-sampah kasar (plastik, daun, ranting, dll). Tahap ini juga berfungsi agar alat IPAL tidak rusak/tidak terllau berat dalam mengolah air limbah. Screening masih dalam kategori Pretreatment dan merupakan proses fisika. 

4. Equalisasi dan Netralisasi 
Kedua proses ini sengaja dijadikan dalam satu proses di satu bak yang sama, dikarenakan untuk mencapai efisiensi biaya pembuatan/operasional IPAL itu sendiri. Equalisasi adalah proses penghomogenan air limbah. Air limbah yang awalnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, disinalah air limbah tersebut di homogenkan. Peristiwa homogenisasi juga berfungsi untuk proses netralisasi pH. Proses ini termasuk ke dalam proses kimia dan merupakan proses yang sudah memasuki proses primary treatment (proses utama).

5. Koagulasi/Flokulasi dan Aerasi
Proses Koagulasi, Flokulasi, dan Aerasi bisa dijadikan dalam satu proses di satu bak yang sama. Proses Koagulasi merupakan proses pemberian koagulan (biasanya PAC) ke air limbah yang berfungsi untuk membuat kogulan-kogulan pada air limbah, kogulan itulah yang mengikat partikel tersuspensi di air limbah. Flokulasi hampir mirip dengan koagulasi, namun Flokulasi ini merupakan proses terusan dari koagulasi, kogulan-kogulan tersebut kemudian menggumpal menjadi satu (menjadi flok). Nah, di dalam flok-flok tersebut hidup/tumbuh bakteri yang lama kelamaan akan menjadi lumpur aktif (lumpur yang berasal dari flok yang tersuspensi bakteri). Bakteri tersebut akan tetap hidup apabila ada oksigen yang terus tersuplai, maka dari itu sangat cocok apabila proses aerasi dilakukan bersamaan dengan proses flokulasi dan kiagulasi.
Proses Koagulasi dan Flokulasiitu sendiri merupakan proses kimia, karena menggunakan bahan kimia seperti PAC dan merupakan secondary treatment. Sedangkan proses aerasi merupakan proses biologi, karena proses tersebut bersinggungan langsung dengan tumbuh kembang makhluk hidup (bakteri) dan merupakan tersiery treatment.

6. Proses Anaerob
Proses ini perlu dilakukan karena BOD yang dihasilkan air limbah > 5000 ppm, oleh karena itu selain proses aerasi, proses anaerob juga perlu dilakukan. Proses ini termasuk ke dalam proses biologi dan merupakan proses terisery treatment.

7. Flotasi
Proses ini dilakukan kerena masa jenis limbah < masa jenis air, dengan kata lain limbah tersebut jika bercampur dengan air akan berada di lapisan atas air. Karakteristik limbah seperti ini cocok ditangani dengan proses flotasi.

8. Kontrol
Bak kontrol merupakan bak yang berisi air limbah yang sudah di treatment. Posisinya diletakan sebelum outlet. Bak kontrol berfungsi untuk mengontrol Baku Mutu air sebelum air tersebut benar-benar dilepas ke outlet. Biasanya di bak kontrol terdapat indikator alami yaitu ikan mas.

*Kenapa tidak ada tahap sedimentasi?
Berdasarkan kasus, karakteristik air limbah masa jenisnya < masa jenis air. Sedangkan sedimentasi diperlukan jika masa jenis air limbah > masa jenis air.

Ok itulah sedikit bahasan mengenai Study Kasus Perencanaan Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Lain waktu, Insya Allah aku coba sekalian kasih desain instalasi dari IPAL tersebut. 
Mohon maaf jika ada yang keliru dari penjelasan saya, itu merupakan contoh perencanaan IPAL dari saya. 

Setiap perencanaan IPAL selalu berbeda-beda, dilihat berdasarkan Karakteristik Air Limbah dan Budget dari operasional/pembangunan IPAL tersebut
Sekian dan Salam Radar Hijau!


No comments

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)