Sejarah dan Perkembangan Pertanian Organik

Sejarah dan Perkembangan Pertanian Organik

Darimana munculnya gagasan Pertanian Organik?

Organic farm
Sumber gambar: pexels.com

1. Masa Pertanian Awal

Berikut adalah perbandingan proses pertanian masa lampau dan masa sekarang (Pertanian komoditas padi) (Karim Makarim dan Endang Suhartatik, 2006).

Pertanian masa lampau
     Pertanian padimasa lampau, penggunaan bahan organik yang tersedia secara in situ cukup untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman karena hasil padi masih rendah (< 3 t GKG/ha). Gambaran sistem pertanian tanaman padi masa lampau disajikan pada Gambar 1. Pada tingkat produktivitas 3 t/ha, kebutuhan hara utama N, P, dan K tanaman padi adalah + 90 kg N, + 10 kg P, dan + 76 kg K/ha. Jumlah hara tersebut dipenuhi selama pertumbuhan (umur) tanaman yaitu + 6 bulan atau sekitar 180 hari. Pada kondisi demikian, kecepatan penyerapan hara N, P, dan K tanaman padi rata-rata 0,54 kg N/ha/ hari; 0,06 kg P/ha/hari, dan 0,44 kg K/ha/hari.
Gambar 1 Sistem pergerakan hara tanaman padi sawah di masa lampau
Gambar 1. Sistem pergerakan hara tanaman padi sawah di masa lampau. Sumber gambar: Karim Makarim dan Endang Suhartatik, 2006 

     Jumlah hara yang relatif rendah tersebut dapat dipenuhi dari tanah, air irigasi, air hujan, bahan organik (sisa-sisa tanaman, ternak, hasil panen), fiksasi N dari udara, mikroba tanah, dan dari sumber lainnya. Pada kondisi demikian, pemberian pupuk kimia belum atau tidak diperlukan. Saat itu padi hanya diusahakan sekali setahun, sehingga petani punya cuku pwaktu untuk mengelola bahan organik, sepertimengumpulkan sisa-sisa panen,menyebarkan di lapang, membiarkan melapuk menjadi kompos sebelum tiba musim tanamtahun berikutnya. Kondisi juga menguntungkan karena: (1)mempercepat mineralisasi bahan organik secara aerobik, (2) pelepasan hara dari mineral/pelapukan/pelarutan terjadi pada saat tanah kering; (3) melepas zatzat toksik bagi tanaman dari dalamtanah (gas H2S, asam-asam organik dsb) melalui retakan tanah, dan (4) teroksidasinya kembali zat reduktif (Fe2+,Mn2+ dll.) dalam tanah. Kondisi demikian menyebabkan tanah lebih sehat secara kimia, fisik, biofisik danmikrobiologik untuk pertanaman padi tahun berikutnya (Dobermann and Fairhurst 2000).
       Saat padi masih diusahakan hanya sekali setahun, kondisi lingkungan biotik masih baik, jumlah predator dan parasit hama masih berimbang dengan jumlah hama karena masih melimpahnya vegetasi alami sebagai pakan alternatif hama dan predatornya. Dengan demikian tidak diperlukan pestisida untuk memberantas hama dan penyakit tanaman padi. Kalaupun terjadi serangan hama penyakit hanya bersifat lokal, tidak merupakan epidemik secara luas.

Pertanian Masa Kini
      Pertanianmasa kini, kebutuhan hara tanaman selain lebih banyak karena tingkat hasilnya tinggi, kecepatan penyerapannya juga perlu cepat karena umur tanaman lebih pendek (Gambar 2). Total hara yang diperlukan tanaman padi untuk hasil tinggi masing-masing sebesar + 135 kg N, + 15 kg P, dan + 81 kg K/ha selama empat bulan, sehingga kecepatan penyerapan hara N, P, dan K oleh tanaman padi masa kini rata-rata 1,1 kg N/ha/hari, 0,12 kg P/ha/ hari dan 0,7 kgK/ha/hari, dua kali lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan hara padimasa lalu.
       Kebutuhan hara tanaman yang tinggi tentu tidak dapat tercukupi hanya dengan pengelolaan bahan organik seperti pada budi daya padi masa lalu. Pertanaman padimasa kini memungkinkan diusahakan dua kali setahun, di mana masa bera tidak cukup lama untuk mengelola bahan organik (sisa panen, kotoran ternak dsb). Apabila kebutuhan hara tanaman hanya akan dipenuhi dengan pemberian bahan organik, jumlahnya akan sangat banyak (>10 t/ha). Masalah lainnya adalah kecepatan penyediaan hara bagi tanaman yang harus cepat, sehingga penggunaan bahan organik saja tidak dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Bahan organik pada umumnya melepas hara tersedia jauh lebih lambat dibandingkan dengan pupuk kimia. Oleh karena itu diperlukan pemberian pupuk anorganik guna memenuhi kebutuhan hara tanaman di awal pertumbuhan, kecuali jika telah ada teknologi pengolahan bahan organik yang dapat melepas hara tersedia yang sama cepat dengan pupuk anorganik (urea, SP36, KCl, dsb).
Gambar 2. Sistem pergerakan hara tanaman padi sawah pada masa kini.
Gambar 2. Sistem pergerakan hara tanaman padi sawah pada masa kini. Sumber Gambar: Karim Makarim dan Endang Suhartatik, 2006  
2. Revolusi Hijau
  • Pertanian tradional berkembang menjadi pertanian modern melalui Revolusi Hijau
  • Pertanian Modern diwujudkan melalui Panca Usaha Pertanian 

Panca Usaha Pertanian  
1. Bibit unggul
2. Pengolahan tanah
3. Irigasi
4. Pemupukan N- P- K
5. Pemberantasan hama- penyakit 

3. Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia
1. Agatho Farm Cisarua
2. Masyarakat jauh dari kota dan peradaban
    maju, non pestisida, no industrial fertilizer
3. Swidden farming (tebas bakar) ; shifting
    cultivation (perladangan berpindah).
4. Hidrofonik organik, revolusi pertanian kota
    bersama pengelolaan sampah organik pasar
    kota.
(sedang dikembangkan : Integrated Farming School)


Sejarah dan Perkembangan Pertanian Organik
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)