Social Items



Screening:
Proses dimana adanya pemisahan antara limbah padatan dengan cair (contohnya pemisahan kotoran manusia yang masih utuh dengan limbah yang cair dalam proses pengolahan limbah septic tank)
Coarse screen / for wastewater treatment
Sumber Gambar: DirectIndustry

Flotation: 
Proses ini hampir mirip dengan proses sedimentasi, yaitu sama-sama bertujuan untuk memisahkan zat padat dan air dalam air limbah. Perbedaanya yaitu dalam tahap flotasi proses pemisahan zat tersebut terjadi di atas permukaan air (mengapung). Proses ini terjadi apabila masa jenis partikel (benda padat) lebih kecil dibandingkan masa jenis air. Hal itulah yang menyebabkan benda padat tersebut terpisah dan mengapung di permukaan air.

Di dalam proses pengelolaan air limbah, flotasi ini contohnya yaitu proses pemisahan minyak/oli dengan air (oil separator), pemisahan scum/froth, dll.

Proses Flotasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1) Foltasi Alami, adanya perbedaan densitas cukup besar sehingga tidak diperlukan tambahan energi dari luar. Flotasi alamiah dapat dijumpai dalam pemisahan lemak dan minyak.
2) Flotasi Udara, flotasi alamiah yang dibantu dengan memasukan gelembung udara ke dalam air.
3) Dissolved Air Flotation (DAF), udara dilarutkan ke dalam air dengan tekanan beberapa bar, kemudian dilepaskan pada tekanan atmosfer sehingga menghasilkan gelembung udara halus dengan ukuran 40 mm-80 mm. (Flotasi)
Oil Separator
Sumber gambar: Wikipedia

Froth Flotation Process
Sumber gambar: Metallurgist


Grit Removal: 
Proses ini hampir mirip dengan screening, namun media yang disaring di sini yaitu media yang biasanya bersifat mengendap, contohnya yaitu pasir, kulit telur, kulit kerang, kerikil kecil dll. (Ukurannya kurang dari 0.2 mm, dan biasanya media ini sulit diolah di tahap biologi)

Grit Removal: Rolling Grit
Sumber Gambar: Walker Process Equipment

Aerasi
Proses ini bertujuan untuk memberikan kontak pertukaran oksigen dari udara ke dalam air, sehingga tidak terjadi interface yang stagnan/diam antara cairan/air dengan udara yang menyebabkan laju perpindahan terhenti (pertukaran oksigen terhenti). Adanya proses aerasi juga sangat membantu dalam tumbuh kembang bakteri aerob. Bakteri aerob ini sangat bermanfaat dalam menguraikan limbah cair. Jika kandungan oksigen dalam air rendah, bakteri tersebut kemungkinan besar akan sulit tumbuh bahkan mati. Matinya bakteri dalam air limbah tentunya dapat memperlambat proses pengelolaan limbah cair tersebut bahkan air bisa menjadi lebih keruh dan bau.

Terdapat beberapa prisip dasar aerasi:
1. Aerasi air terjun
    a) Aerator Cascade
        Air disebarkan pada lempengan tipis yang disusun seperti deretan anak tangga
            Cascade Aerator
Sumber gambar: water.me.vccs.edu
Cascade Aerator
Sumber gambar: water.me.vccs.edu
       b) Aerator Spray
           Air dipaksakan masuk melalui nozzle (seperti air mancur)
Aerator Spray
sumber gambar: Creative Pumps

       c) Aerator Multiple-Tray
           Air dialirkan ke bagian atas dari beberapa tahap tray yang berisi butiran media arang, batu, atau keramik. Air teraerasi saat jatuh/mengalir melali medium pada tray-tray tersebut.

Aerator Multiple-Tray
Sumber gambar: Kullabs

Aerator Multiple-Tray
Sumber gambar: Pinterest

2. Aerasi difusi udara
    Udara dimasukan ke dalam air yang akan diaerasi dalam bentuk gelembung-gelembung yang naik ke permukaan air.

Aerasi difusi udara
Sumber gambar: Dokumen Pribadi

3. Aerasi Mekanik
    Dihasilkan dengan cara memecah permukaan air dengan mekanik (berupa impeler, baling-baling, kipas dll)

Aerasi Mekanik
Sumber gambar: Petani Air
Mixing
Proses ini biasanya berupa proses pencampuran air dengan bahan lain. Contohnya adalah proses mixing antara air dengan koagulan/PAC (Proses Koagulasi) dan juga proses mixing antara khlor dengan air (Proses Disinfeksi).

Mixing Koagulasi
Sumber gambar: Dokumen Pribadi *itu alatnya dalam posisi mati
Flokulasi
Proses penggabungan partikel-partikel kecil menjadi partikel besar dengan memanfaatkan tenaga hidrodinamik (Rahardjo Nugro 2002). Flokulasi hampir mirip dengan mixing, yang membedakan yaitu dalam tahap proses flokulasi biasanya kecepatan adukannya lebih pelan dibandingkan kecepatan adukan mixing.

Variable yang mempengaruhi flokulasi adalah karakteristik cairan, koagulan yang digunakan, pH, dan temperatur (Rahardjo Nugro 2002).

Proses Flokulasi
Sumber gambar: chemistry.tutorvista.com
Sedimentasi
Suatu unit operasi yang bertujuan untuk menghilangkan materi tersuspensi atau flok kimia secara grafitasi (Rahardjo Nugro 2002).
Sumber gambar: shutterstock.com
Gambar di atas menujukan adanya proses air yang berada di permukaan paling atas mengalir ke bawah. Air yang paling atas tersebut adalah air yang sudah terpisah dengan materi padat yang sudah mengendap di bagian bawah.








Pengendalian Limbah Cair dengan Proses Fisika

Radarhijau


Screening:
Proses dimana adanya pemisahan antara limbah padatan dengan cair (contohnya pemisahan kotoran manusia yang masih utuh dengan limbah yang cair dalam proses pengolahan limbah septic tank)
Coarse screen / for wastewater treatment
Sumber Gambar: DirectIndustry

Flotation: 
Proses ini hampir mirip dengan proses sedimentasi, yaitu sama-sama bertujuan untuk memisahkan zat padat dan air dalam air limbah. Perbedaanya yaitu dalam tahap flotasi proses pemisahan zat tersebut terjadi di atas permukaan air (mengapung). Proses ini terjadi apabila masa jenis partikel (benda padat) lebih kecil dibandingkan masa jenis air. Hal itulah yang menyebabkan benda padat tersebut terpisah dan mengapung di permukaan air.

Di dalam proses pengelolaan air limbah, flotasi ini contohnya yaitu proses pemisahan minyak/oli dengan air (oil separator), pemisahan scum/froth, dll.

Proses Flotasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1) Foltasi Alami, adanya perbedaan densitas cukup besar sehingga tidak diperlukan tambahan energi dari luar. Flotasi alamiah dapat dijumpai dalam pemisahan lemak dan minyak.
2) Flotasi Udara, flotasi alamiah yang dibantu dengan memasukan gelembung udara ke dalam air.
3) Dissolved Air Flotation (DAF), udara dilarutkan ke dalam air dengan tekanan beberapa bar, kemudian dilepaskan pada tekanan atmosfer sehingga menghasilkan gelembung udara halus dengan ukuran 40 mm-80 mm. (Flotasi)
Oil Separator
Sumber gambar: Wikipedia

Froth Flotation Process
Sumber gambar: Metallurgist


Grit Removal: 
Proses ini hampir mirip dengan screening, namun media yang disaring di sini yaitu media yang biasanya bersifat mengendap, contohnya yaitu pasir, kulit telur, kulit kerang, kerikil kecil dll. (Ukurannya kurang dari 0.2 mm, dan biasanya media ini sulit diolah di tahap biologi)

Grit Removal: Rolling Grit
Sumber Gambar: Walker Process Equipment

Aerasi
Proses ini bertujuan untuk memberikan kontak pertukaran oksigen dari udara ke dalam air, sehingga tidak terjadi interface yang stagnan/diam antara cairan/air dengan udara yang menyebabkan laju perpindahan terhenti (pertukaran oksigen terhenti). Adanya proses aerasi juga sangat membantu dalam tumbuh kembang bakteri aerob. Bakteri aerob ini sangat bermanfaat dalam menguraikan limbah cair. Jika kandungan oksigen dalam air rendah, bakteri tersebut kemungkinan besar akan sulit tumbuh bahkan mati. Matinya bakteri dalam air limbah tentunya dapat memperlambat proses pengelolaan limbah cair tersebut bahkan air bisa menjadi lebih keruh dan bau.

Terdapat beberapa prisip dasar aerasi:
1. Aerasi air terjun
    a) Aerator Cascade
        Air disebarkan pada lempengan tipis yang disusun seperti deretan anak tangga
            Cascade Aerator
Sumber gambar: water.me.vccs.edu
Cascade Aerator
Sumber gambar: water.me.vccs.edu
       b) Aerator Spray
           Air dipaksakan masuk melalui nozzle (seperti air mancur)
Aerator Spray
sumber gambar: Creative Pumps

       c) Aerator Multiple-Tray
           Air dialirkan ke bagian atas dari beberapa tahap tray yang berisi butiran media arang, batu, atau keramik. Air teraerasi saat jatuh/mengalir melali medium pada tray-tray tersebut.

Aerator Multiple-Tray
Sumber gambar: Kullabs

Aerator Multiple-Tray
Sumber gambar: Pinterest

2. Aerasi difusi udara
    Udara dimasukan ke dalam air yang akan diaerasi dalam bentuk gelembung-gelembung yang naik ke permukaan air.

Aerasi difusi udara
Sumber gambar: Dokumen Pribadi

3. Aerasi Mekanik
    Dihasilkan dengan cara memecah permukaan air dengan mekanik (berupa impeler, baling-baling, kipas dll)

Aerasi Mekanik
Sumber gambar: Petani Air
Mixing
Proses ini biasanya berupa proses pencampuran air dengan bahan lain. Contohnya adalah proses mixing antara air dengan koagulan/PAC (Proses Koagulasi) dan juga proses mixing antara khlor dengan air (Proses Disinfeksi).

Mixing Koagulasi
Sumber gambar: Dokumen Pribadi *itu alatnya dalam posisi mati
Flokulasi
Proses penggabungan partikel-partikel kecil menjadi partikel besar dengan memanfaatkan tenaga hidrodinamik (Rahardjo Nugro 2002). Flokulasi hampir mirip dengan mixing, yang membedakan yaitu dalam tahap proses flokulasi biasanya kecepatan adukannya lebih pelan dibandingkan kecepatan adukan mixing.

Variable yang mempengaruhi flokulasi adalah karakteristik cairan, koagulan yang digunakan, pH, dan temperatur (Rahardjo Nugro 2002).

Proses Flokulasi
Sumber gambar: chemistry.tutorvista.com
Sedimentasi
Suatu unit operasi yang bertujuan untuk menghilangkan materi tersuspensi atau flok kimia secara grafitasi (Rahardjo Nugro 2002).
Sumber gambar: shutterstock.com
Gambar di atas menujukan adanya proses air yang berada di permukaan paling atas mengalir ke bawah. Air yang paling atas tersebut adalah air yang sudah terpisah dengan materi padat yang sudah mengendap di bagian bawah.








No comments

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)