Social Items

Apa itu Pewarnaan Gram?
Pewarnaan Gram adalah teknik yang umum digunakan untuk membedakan dua kelompok besar bakteri berdasarkan konstituen dinding sel yang berbeda. Prosedur pewarnaan gram membedakan antara kelompok gram negatif dan Gram positif dengan mewarnai sel-sel bakteri dengan warna merah dan ungu. Bakteri gram positif berwarna ungu karena adanya lapisan tebal peptidoglikan di dinding sel mereka, hal itulah yang mempertahankan kristal violet di dinding sel-sel bakteri tersebut, sedangkan bakteri gram negatif berwarna merah, hal tersebut terjadi karena dinding peptidoglikan bakteri tersebut tipis, sehingga tidak bisa mempertahankan kristal violet selama proses Decoloring (pewarnaan kedua dengan pewarna sekunder/safranin).

Masih bingung?
yaudah sekarang saya jelaskan lagi lebih detail, yuk simak bareng-bareng!

Pelaksanaan uji coba pewarnaan gram kita memerlukan beberapa alat dan bahan yang harus disediakan terlebih dahulu, diantaranya yaitu:

Alat:
1. Mikroskop
2. Glass Object (Kaca Preparat) + Cover Glass
3. Ose
4. Bunsen
5. Tissue
6. Pipet tetes

Bahan:
1. Suspensi Bakteri yang akan diuji
2. Pewarna Primer (Kristal Violet)
3. Pewarna Sekunder (Safranin)
4. Iodin
5. Alkohol 75%
6. Etanol/ alkohol 90%
7. Minyak Imersi
8. Aquades (Air Destilata)
9. Kertas serap

Prosedur Kerja:
1. Bersihakn preparat dengan alkohol 75% dan keringkan
2. Fiksasi (proses sterilisasi dengan membakar di atas bunsen) ose, oleskan suspensi bakteri dengan ose yang sebelumnya sudah difiksasi/disterilkan pada prepaat.
3. Fikasasi preparat yang berisi olesan bakteri sampai bakteri berubah warna menjadi putih susu (jangan terlalu lama, karena jika terlalu lama difiksasi sel bakteri akan pecah)
4. Teteskan 1-3 tetes pewarna primer (kristal violet) tunggu kurang lebih 1 menit.
5. Bilas preparat dengan aquades
6. Tetesakan iodin 1-3 tetes, tunggu kurang lebih 1 menit.
7. Bilas preparat dengan aquades
8. Teteskan 1-3 tetes etanol/alkohol 90%, tunggu kurang lebih 30 detik.
9. Bilas preparat dengan aquades
10. Teteskan 1-3 pewarna sekunder (safranin), tunggu kurang lebih 1 menit.
11. Bilas preparat dengan aquades
12. Gunakan kertas serap untuk mengeringkan sisi-sisi preparat yang masih terdapati sisa-sisa air aquades
13. Tutup preparat dengan cover glass
14. Amati preparat di bawah mikroskop (pembesaran 100x10 perlu menggunakan minyak imersi)



Pembahasan [PENTING!!]:
Tuhuan pembersihan preparat dengan alkohol 75% dimaksudkan agar preparat steril sehingga tidak ada kontaminan bakteri lain yang tidak diinginkan. Seperti biasa, setiap kali kita melakukan proses praktikum, usahakan semua alat dan bahan dalam keadaan aseptik/steril. Salah satu upaya sterilisasi yaitu dengan cara pembakaran di atas api bunsen.

Berikut adalah tabel reaksi yang terjadi saat proses pewarnaan gram berlangsung
reaksi yang terjadi saat proses pewarnaan gram

Kesimpulan
Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa bakteri gram+ adalah bakteri yang memiliki warna ungu pada saat tahap akhir proses pewarnaan gram. Bakteri gram+ memiliki lapisan lipid yang tipis namun lapisan peptidogikannya tebal, sedangkan bakteri gram- adalah bakteri yang memiliki warna merah pada saat tahap akhir proses pewarnaan gram. Bakteri gram- memiliki lapisan lipid yang tebal namun lapisan peptidoglikannya lebih tipis sehingga tidak mampu mempertahankan warna primer (kristal violet).

Nah... ternyata simple kan? cuman menguji suatu bakteri tertentu termasuk bakteri gram+ atau gram-  dengan pembeda dari warna akhir bakteri.

*Jika bermanfaat silahkan share :)

Pewarnaan Gram

Radarhijau
Apa itu Pewarnaan Gram?
Pewarnaan Gram adalah teknik yang umum digunakan untuk membedakan dua kelompok besar bakteri berdasarkan konstituen dinding sel yang berbeda. Prosedur pewarnaan gram membedakan antara kelompok gram negatif dan Gram positif dengan mewarnai sel-sel bakteri dengan warna merah dan ungu. Bakteri gram positif berwarna ungu karena adanya lapisan tebal peptidoglikan di dinding sel mereka, hal itulah yang mempertahankan kristal violet di dinding sel-sel bakteri tersebut, sedangkan bakteri gram negatif berwarna merah, hal tersebut terjadi karena dinding peptidoglikan bakteri tersebut tipis, sehingga tidak bisa mempertahankan kristal violet selama proses Decoloring (pewarnaan kedua dengan pewarna sekunder/safranin).

Masih bingung?
yaudah sekarang saya jelaskan lagi lebih detail, yuk simak bareng-bareng!

Pelaksanaan uji coba pewarnaan gram kita memerlukan beberapa alat dan bahan yang harus disediakan terlebih dahulu, diantaranya yaitu:

Alat:
1. Mikroskop
2. Glass Object (Kaca Preparat) + Cover Glass
3. Ose
4. Bunsen
5. Tissue
6. Pipet tetes

Bahan:
1. Suspensi Bakteri yang akan diuji
2. Pewarna Primer (Kristal Violet)
3. Pewarna Sekunder (Safranin)
4. Iodin
5. Alkohol 75%
6. Etanol/ alkohol 90%
7. Minyak Imersi
8. Aquades (Air Destilata)
9. Kertas serap

Prosedur Kerja:
1. Bersihakn preparat dengan alkohol 75% dan keringkan
2. Fiksasi (proses sterilisasi dengan membakar di atas bunsen) ose, oleskan suspensi bakteri dengan ose yang sebelumnya sudah difiksasi/disterilkan pada prepaat.
3. Fikasasi preparat yang berisi olesan bakteri sampai bakteri berubah warna menjadi putih susu (jangan terlalu lama, karena jika terlalu lama difiksasi sel bakteri akan pecah)
4. Teteskan 1-3 tetes pewarna primer (kristal violet) tunggu kurang lebih 1 menit.
5. Bilas preparat dengan aquades
6. Tetesakan iodin 1-3 tetes, tunggu kurang lebih 1 menit.
7. Bilas preparat dengan aquades
8. Teteskan 1-3 tetes etanol/alkohol 90%, tunggu kurang lebih 30 detik.
9. Bilas preparat dengan aquades
10. Teteskan 1-3 pewarna sekunder (safranin), tunggu kurang lebih 1 menit.
11. Bilas preparat dengan aquades
12. Gunakan kertas serap untuk mengeringkan sisi-sisi preparat yang masih terdapati sisa-sisa air aquades
13. Tutup preparat dengan cover glass
14. Amati preparat di bawah mikroskop (pembesaran 100x10 perlu menggunakan minyak imersi)



Pembahasan [PENTING!!]:
Tuhuan pembersihan preparat dengan alkohol 75% dimaksudkan agar preparat steril sehingga tidak ada kontaminan bakteri lain yang tidak diinginkan. Seperti biasa, setiap kali kita melakukan proses praktikum, usahakan semua alat dan bahan dalam keadaan aseptik/steril. Salah satu upaya sterilisasi yaitu dengan cara pembakaran di atas api bunsen.

Berikut adalah tabel reaksi yang terjadi saat proses pewarnaan gram berlangsung
reaksi yang terjadi saat proses pewarnaan gram

Kesimpulan
Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa bakteri gram+ adalah bakteri yang memiliki warna ungu pada saat tahap akhir proses pewarnaan gram. Bakteri gram+ memiliki lapisan lipid yang tipis namun lapisan peptidogikannya tebal, sedangkan bakteri gram- adalah bakteri yang memiliki warna merah pada saat tahap akhir proses pewarnaan gram. Bakteri gram- memiliki lapisan lipid yang tebal namun lapisan peptidoglikannya lebih tipis sehingga tidak mampu mempertahankan warna primer (kristal violet).

Nah... ternyata simple kan? cuman menguji suatu bakteri tertentu termasuk bakteri gram+ atau gram-  dengan pembeda dari warna akhir bakteri.

*Jika bermanfaat silahkan share :)

No comments

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)