Radarhijau

    Social Items

Available Ads 728x90
Assalamualaikum Sahabat Hijau! Di artikel ini Saya akan memberikan sedikit informasi tentang Perencanaan Sistem Plumbing. Yuk simak bareng.
Refrensi Perencanaan Sistem Plumbing

1. Pengertian Plumbing

Plambing merupakan suatu sistem pemipaan dan peralatan yang bertujuan untuk menyediakan air bersih yang memenuhi syarat kualitas dan kontinuitas, juga saluran air buangan kotor dari tempat tempat tertentu tanpa mencemari bagian bagian penting dalam sistem pipa agar mencapai kondisi higienis untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana guna memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada pengguna gedung saat kondisi normal tidak memberikan bahaya potensial pada kesehatan manusia maka salah satu upayanya adalah dengan merancang sistem plambing yang baik pada bagian dalam gedung dan lingkungan gedung tempat bekerja yang meliputi system penyediaan air minum, system penyaluran air buangan dan ven, system pencegah kebakaran dan system penyaluran air hujan. (Soufyan M. Noerbambang dan Takeo Morimura: 1991).

2. Sistem Plumbing

Sistem plambing merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan gedung. Oleh karena itu perencanaan dan perancangan system plambing harus dilakukan bersamaan dan sesuai dengan tahapan-tahapan perencanaan dan perancangan gedung itu sendiri, dengan memperlihatkan secara seksama hubungannya dengan bagian-bagian konstruksi gedung serta dengan peralatan lainnya yang ada.

3. Refrensi Perencanaan Sistem Plumbing

Refrensi Perencanaan Sistem Plumbing mencakup tinjauan umum hingga perhitungan yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia mengenai tata cara perencanaan sistem plambing diantaranya adalah:

  1. Noerbambang, M Sofyan. 1996. Perencanaan dan Pemeliharaan Sistem plambing. PT.Pradnya Paramita. Jakarta.
  2. Standar Nasional Indonesia 03-6481-2000 Spesifikasi Sistem Plambing
  3. Standar Nasional Indonesia 03-7065-2005 Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
  4. Standar Nasional Indonesia 8153: 2015 Sistem Plambing pada Bangunan Gedung

Refrensi Perencanaan Sistem Plumbing

Assalamualaikum Sahabat Hijau. Apakah kalain tahu apa itu Journal Planner? Journal Planner adalah sebuah catatan yang berisi rangkaian kegiatan kalian sehari-hari. Catatan itu bisa berisi jadwal keseharian kalian, list to do, bahkan list capaian-capain yang harus terlaksana.
Menjadi Produktif dengan Journal Planner

Apa sih manfaat Journal Planner?

  1. Dapat menjadikan kamu menjadi manusia produktif
  2. Hidup kamu teratur
  3. Mengatasi sifat mudah lupa (pelupa)
  4. Mempermudah mengejar target atau cita-cita kalian, dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan dari Note Planner.


Bentuk note planner itu seperti apa sih?
Note Planner dapat kita buat sendiri atau kita bisa download template yang sudah ada. Intinya Planner itu mirip dengan Agenda. Berikut adalah 7 Ide Desain Membuat Journal Planner

1. Bermain Kreasi dengan MILDLINE dan selotif motif
2. Menghias dengan Motif Bunga
3. Menghias dengan Motif Kaktus
4. Berkreasi dengan Cat Air
5. Simple Lettering
6. Mengias ala kliping
7. Menghias dengan Tema Lebah dan Madu


Ok, itulah 7 Ide Desain Membuat Journal Note Planner. Semoga menginspirasi dan bermanfaat. Yuk mulai sekarang menjadi manusia produktif. 

Menjadi Produktif dengan Journal Planner

7 Tips Memilih Kostan untuk Mahasiswa Baru

Assalamualaikum Sahabat Hijau, kali ini aku mau coba memberikan & Tips Memilih Kostan untuk Mahasiswa Baru. Buat kalian mahasiswa baru yang sedang bingung memilih kostan yang seperti apa, atau buat kalian yang tidak mau salah pipih saat memilih kostan pertama aklian, so jangan khawatir. Di sini aku mau memberikan 7 Tips Memilih Kostan. Yuk langsung saja kita simak.

Terdekat dari Kampus
1. Terdekat dari Kampus
Ini sih wajib pake banget ya sahabat, selain dapat mengemat uang transport. Keuntungan memilih kostan yang dekat dengan kampus yaitu kita bisa antisipasi telat masuk kuliah. Dan tentunya saat jam kosong kita bisa pulang dulu ke kostan untuk sejenak istirahat atau mungkin makan di kostan (double hemat kan). Di saat ada kegiatan kampus yang mengharuskan kalain pulang malam seperti kegiatan organisasi atau jam tambahan, kalian tidak usah khawatir karena kostan kalian kan dekat dengan kampus hehe. Jadi jika memungkinkan ada sebuah kostan dekat dengan kampus, so pilihlah kostan itu.

Supply Air Bersih Terjamin
2. Supply Air Bersih Terjamin
Ini tidak akalah penting! Hal ini sebenarnya seringkali dilewatkan oleh orang-orang saat memilih tempat tinggal atau kostan. Sekarang cobalah tanyakan terlebih dahulu ke Ibu Kost perihal ketersediaan air bersihnya, apakah airnya bersih, apakah airnya lancar dll. Lalu apasih keuntungan kita mendapat air bersih yang terjamin. Jangan ditanya, tentunya kalian sudah tau jawabanya. Selain suasana mandi terasa nyaman, kita juga tidak perlu memakai air galon untuk sikat gigi atau bahkan jika airnya bersih kita juga bisa memasaknya menjadi air minum jadi tidak usah lagi membeli air galon.

Sedikit cerita, saya mempunyai pengalaman mendapatkan kostan yang airnya bau besi. OH NO! sangat menyiksa, air harus didiamkan dulu agar kandungan besi mengendap di dasar bak, dan tau tidak bahwa endapan itu berwarna kuning besi yang sangat sangat mengotori lantai, bak, kloset dll. Sampai-sampai aku bosan membersihkan kamar mandi. Pastinya ketika aku gososk gigi selalu menggunakan air galon dan cuci muka pun demikian. Jadi buat kalian jangan sampai menyesal ya, PLEASE perhatikan kondisi air bersih di calon tempat kost kalian.

Ventilasi Udara dan Cahaya Alami
3. Tersedia Ventilasi Udara dan Cahaya Alami
Ini sebenarnya menurutku adalah moodboaster banget buat kondisi belajar. Aku sendiri tipe orang yang bisa fokus belajar jika tempat sudah sesuai mood. Salah satu contohnya yaitu adanya udara segar yang masuk kamar dan cahaya matahari yang menerangi dari sudut sisi jendela. Selain itu, cahaya matahari juga bisa digunakan sebagai penerangan alami, jadi aku tidak usah menyalakan lampu sat siang hari. Siklus udara juga sangat penting. Ingat walaupun kita pakai AC, itu tidak berpengaruh terhadap siklus udara. Prinsip kerja AC hanya meniupkan udara dingin dan TIDAK menukar udara segar dari luar ke dalam. SO... ini penting banget buat sahabat hijau mencari kostan yang support siklus udara yang bagus. Siklus udara yang bagus dapat meminimalisisr timbulnya bibit-bibit penyakit dan tentu menghilangkan bau-bau tidak sedap di dalam akmar.

Dekat dengan Fasilitas Umum
4. Dekat dengan Fasilitas Umum
Perhatiakn juga support fasilitas-fasilitas umum disekitar kostan kalian ya seperti warung, pasar, tempat loundry, rumah sakit/ klinik, tempat makan, ATM, dll. Semua itu sangat penting untuk membantu kebutuhan-kebutuhan sehari-hari kalian di kostan.

Berisik
5. Tidak Berisik
Penting banget! Aku sendiri berpendapat bahwa kostan adalah surga tempat beristirahat yang paling nyaman setelah kita menjalani kegiatan yang padat di kampus. Tidur yang nyaman dan berkualitas tentu sangat diharapkan. Jadi tidak ada salahnya jika kalian menanyakan perihal kebisingan di calon kostan kalaian kepada ibu kost.

cctv
6. Aman dari Pencurian dan Kriminalisasi
WASPADAI INI YA SAHABAT! Biasanya mahasiswa baru merupakan objek empuk untuk pelaku-pelaku pencurian. Ini terasa menjadi hal lumrah. Banyak teman saya, adik tingkat ketika baru masuk kuliah selang beberapa minggu banyak yang mengaku kehilanagn. Mulai dari kehilangan sepatu, Hp, laptop bahkan ada yang kehilangan motor pula. Jangan jauh-jauh ke teman, Akupun sempat merasakan kehilangan, sedih sih jika diceritakan intinya AKu tidak mau terjadi ke kalian. Jadi harus terus waspada. Tanyakan kepada Ibu kost tentang kemanan kostan dan bagaimana cara mengantisipasinya.

regulation
7. Patuhi Tata Tertib Kostan
Setelah kalian mendapatkan kriteria yang cocok mengenai kostan kalian. Sahabat hijau juga jangan sampai lupa untuk tetap mematuhi peraturan di kostan tersebut. Jadilah warga pendatang yang sopan, baik dan benar hehe.

Semangat sahabat hijauku!!!!

Oke itulah 7 TIps Memilih Kostan untuk Mahasiswa Baru, semoga membantu.

7 Tips Memilih Kostan untuk Mahasiswa Baru

Hi Sahabat Hijau! Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam. Kali ini aku akan membahas sebuah soal Cara Menghitung Kecepatan Angin Berdasarkan Ketinggian yang Berbeda-beda. Ok langsung saja ke contoh soal berikut ini.
Cara Menghitung Kecepatan Angin

Contoh Soal:
Tentukan kecepatan angin pada ketinggian 100 m, 200 m, 300 m, 400 m, dan 500 m pada 6 titik kategori (Kategori A, B, C, D, E, dan Kategori F) untuk di daerah Desa (Rural) dan Kota (Urban). Diketahui kecepatan angin pada Anemometer yaitu 2,5 m/s dan ketinggian Anemometer yaitu 10 m. Dan buatlah grafik hubungan antara ketinggian dan kecepatan angin.

Tabel 1. Ketentuan Eksponen Masing-masing Kategori
Ketentuan Eksponen Masing-masing Kategori
Rumus mencari Kecepatan Angin:
Rumus mencari Kecepatan Angin
(sumber: Kim Oanh) dalam slide persentasi Mata Kuliah Kimia Lingkungan ITENAS.

Contoh Perhitungan:
Kecepatan Angin Kategori A di desa dengan ketinggian/ elevasi 100 m.
Diketahui:
U(za) 2,5 m/s
za 10 m
z 100 m
P 0,07
Ditanyakan:
Kecepatan Angin di ketinggian 100 m
Jawab:
Contoh Perhitungan

Tabel 2. Data Kecepatan Angin di Kawasan Desa Berdasarkan Ketinggian
Data Kecepatan Angin di Kawasan Desa Berdasarkan Ketinggian
*klik gambar untuk memperbesar

Tabel 3. Data Kecepatan Angin di Kawasan Kota Berdasarkan Ketinggian
Data Kecepatan Angin di Kawasan Kota Berdasarkan Ketinggian
*klik gambar untuk memperbesar

Berikut adalah grafik yang terbentuk berdasarkan data yang telah dihitung:
Grafik Peningkatan Kecepatan Angin di Kawasan Desa
Gambar 1. Grafik Peningkatan Kecepatan Angin di Kawasan Desa
Grafik Peningkatan Kecepatan Angin di Kawasan Kota
Gambar 2. Grafik Peningkatan Kecepatan Angin di Kawasan Kota
Kesimpulan:
Berdasarkan perhitungan dan visualisasi dari grafik, dapat disimpulkan bahwa:
1. Kecepatan angin di desa lebih besar dibandingan kecepatan angin di kota
2. Semakin tinggi elevasi (ketinggian), maka semakin besar nilai kecepatan angin yang dihasilkan.
Download File Excel: Download
Ok teman-teman, itulah sedikit informasi yang bisa aku sampaikan. Terimakasih. Semoga bermanfaat.

Cara Menghitung Kecepatan Angin Berdasarkan Ketinggian yang Berbeda

Sistem Belajar di Bangku Perkuliahan
Assalamualikum w w. 
Hi Sahabat Hijau. Dimanapun kalian berada, selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam.

Kali ini aku mau membahas sesuatu yang seringkali ditanyakan oleh teman-teman calon mahasiswa. Bagaimana sih sistem perkuliahan di kampus? Ok langsung saja mari kita bahas yuk!.

Tentu sangat berbeda sistem belajar di masa sekolah dengan sistem belajar di bangku perkuliahan. Perbedaan yang sangat menonjol yaitu penerapan sikap mandiri. Saat di bangku sekolah kita dibiasakan belajar selalu dibimbing dengan intens oleh guru kita. Materi diberikan secara jelas dan gamblang kepada kita, bahkan lingkupnya sudah ditentukan jelas oleh guru kita.Sebagai contoh, saat di bangku sekolah, guru sangat baik memberikan kisi-kisi untuk ujian yang akan datang.

Nah, saat kuliah nanti tidak semua dosen bersikap demikian. Memang sih ada beberapa dosen yang sangat baik sekali membimbing kita saat berkuliah. Tapi, kebanyakan beberapa dosen mengharapkan sikap kemandirian kita. Kita diharuskan untuk belajar secara aktif bukan hanya sekedar belajar secara pasif. Belajar secara aktif maksudnya adalah kita mampu menggali sendiri lebih dalam tentang ilmu-ilmu yang telah diberikan dosen. Jika kalian saat sekolah hanya menggunakan satu buku/ literatur dari guru, nah saat di perkuliahan kamu harus dibisakan mencari secara aktif sumber-sumber lain. Sumber lain itu bisa didapat dari buku-buku di perpustakaan atau jurnal-jurnal yang tersedia di internet.

Selain kita belajar secara aktif dari literatur, kita juga diharuskan belajar secara aktif dari studi kasus – studi kasus yang ada. Kita dilatih untuk lebih peka dengan masalah-masalah yang ada disektar kita. Ini sangatlah menarik. Ini waktunya kalian memanfaatkan ilmu yang kalian dapatkan untuk memecahkan masalah yang ada disekitar kalian. Tidak harus dalam konteks masalah yang besar. Sebagai contoh yaitu penerapan pengetahuan tentang kelebihan dan kekurangan pupuk organik dan nonorganik. Kalian bisa sembari sharing dengan tetangga kalian yang berstatus sebagai petani mengenai bahaya penggunaan pupuk nonorganik. Ingat ya, kalian bukan menggurui tapi kalian belajar bareng atau bertukar pikiran dengan petani tersebut.

Lalu bagaimana dengan tugas-tugas di perkuliahan? Katanya banyak banget! Ok, sebelumnya aku mau kasih tahu ke kalian semua. Mulai sekarang hilangkan semua kecemasan itu di fikiran kalian. Buatlah tugas-tugas itu menjadi sebuah tantangan bukan sebuah beban yang akan mengganggu hidup kalian.

Tugas kuliah itu sangat unik, jika kita mengerjakannya dengan penuh beban ya pasti akan menjadi beban hidup dan hasilnya kalian akan menjadi mahasiswa yang jauh dari rasa bahagia. Tapi jika kalian menganggap tugas itu sebagai media tantangan untuk mengubah pemikiran kalian menjadi lebih aktif, niscaya kalian akan menjadi mahasiswa yang selalu semangat dan menggebu-gebu.

Jangan sekali-kali menunda tugas walaupun dateline tugas tersebut sangat lama. Biasakan cicil tugas itu sedikit demi sedikit. Walaupun sedikit yang diselesaikan tapi percaya deh pasti tugas yang dikerjakan akan lebih bermakna karena kalian mengerjakannya penuh pemikiran yang aktif. Coba bayangkan jika kalian mengerjakannya sekaligus dengan waktu yang memburu. Tugas yang dihasilkan tentunya akan mentah jauh dari pengembangan kalian. Dan aku yakin 100% sesungguhnya kalian mampu mengerjakan semua tugas dengan luarbiasa dan maksimal. Semangat!

Jika kalian dimasa sekolah menganggap tugas itu hanya sebagai media persyaratan untuk mendapat nilai, sekarang cobalah memandang sebuah tugas itu sebagai media pengembangan kita. Jangan takut nilai jelek. Takutlah jika ilmu yang didapatkan tidak bermakna. Jika kalian sudah memaknai ilmu, percayalah nilai bagus akan sendirinya mengikuti kita. 

Ok sahabat hijau demikian penjelasan perbedaan sistem belajar saat di sekolah dan sistem belajar di perkuliahan. Semua tulisan ini tidak sepenuhnya benar dikarenakan tulisan ini hanya berupa tulisan berdasarkan pengalaman pribadi. Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini ke kerabat kalian. Semangat untuk menempuh dunia perkulihan!! Sukses untuk kita semua!.

Versi PODCAS



Versi VIDEO


Sistem Belajar di Bangku Perkuliahan

Tote Bag Cosmo; Tote Berkualitas, Harga PAS!

Assalamualaikum w. w.
Hi Sahabat Hijau, kali ini saya mau memberikan informasi menarik buat kalian. Sebagai wujud mendukung kampanye mengurangi sampah plastik di duni, saya mencoba menawarkan kepada sahabat hijau mengenai suatu produk Tote Bag Keren pengganti plastik sekali pakai.

Memangnya apa sih kelebihan totebag ini?
1. Tote Bag berbahan tebal dan kualitas terbaik
2. Di dukung dengan ritsleting dari YKK yang dijamin awet tidak gampang rusak.
3. Terdapat kain halus di bagian dalam totebag yang menjaga barang-barang kita aman dari gesekan
4. Ada kantong kecilnya juga loh, cocok buat menyimpan uang, headset dll.
5. Dibuat dengan jahitan yang rapih dan kuat
6. Cocok digunakan untuk sekolah, kuliah, ataupun hang out karena memiliki design yang unik dan keren.
7. Tersedia berbagai macam motif karakter.
Spesifikasi Totebag Cosmo
ritsleting ykk

Jahitan kuat dan rapih

display toteb comso

Pilihan Motif Karakter

motif wbb blue dan wbb tosca
Motif Elephant dan Zebra
Motif Panda dan Hippo
Motif Monkey dan Cat
Motif Music Bear dan Hello Bear
Motif wbb pink

Cara Order!


Kirimkan pesan dengan format;

Nama:
No Hp:
Alamat Lengkap:
Pilihan Motif:

Kirimkan ke WA: 0822 9882 2604 

Terimakasih sahabat hijau :)

Tote Bag Cosmo; Tote Berkualitas, Harga PAS!

thumbnail Zerowaste: replace

Contoh Penerapan Gerakan Zero Waste
1. Replace (Mengganti)
Suatu gerakan mengganti segala sesuatu yang menyebabkan sampah banyak dan berbahaya dengan sesuatu yang menimbulkan sampah sedikit bahkan tidak menimbulkan sampah sedikitpun (Zero Waste).

Contoh Penerapan Gerakan Replace:
Mengganti Sedotan Sekali Pakai dengan Sedotan Stainless Steel
Data yang diperoleh dari KFC Indonesia menujukan bahawa penggunaan sampah sedotan setiap harinya jika disambungkan menjadi satu akan mencapai 16.784 KM, silahkan kalian hitung berapa banyak sampah sedotan per tahunnya.


Jika kalian masih ragu dan bertanya-tanya, Memangnya sampah sedotan sebegitu berbahayanya?
Coba kalian simak berikut adalah dampak-dampak buruk dari sampah sedotan.

1. Melukai Biota laut (Penyu)

2. Melukai Biota Laut (Ikan Paus)




Gunakan Sedotan Stainless Steel atau Sedotan Bambu
stainless steel straw
Sumber: Google

stainless steel straw
Sumber: Google

Bamboo Straw
Sumber: Google

Ayo segera budayakan HENTIKAN menggunakan sedotan sekali pakai!



Menggunakan Tote Bag (Tas) Ramah Lingkungan
Mulai sekarang coba kita biasakan mengurangi produksi kantong kresek, baik itu kantong kresek buah, plastik belanja di minimarket/ supermarket. Gantilah plastik kresek tersebut dengan tas ramah lingkungan (tote bag). Jika kalian tidak punya tote bag, kalian bisa menggunakan tas sekolah kalian. Aku pun demikian, saat belanja ke minimarket selalu membawa ransel untuk meletakan barang-barang belanjaan.
Contoh Tote Bag
Contoh Tote Bag



Sumber: Google

Buat sahabat hijau yang berminat membeli Totebag dan sedotan stainless steel di atas, teman-teman bisa klik link di bawah ini:
Sedotan Stainless Stell dan Tote Bag

Contoh kegiatan Replace dalm Gerakan Zero Waste


Hi Sahabat hijau!

Pernahkah kalian dengar slogan atau kata Zero Waste? Lalu apa sih Zero Waste itu? Apakah hal yang sangat penting?
Gerakan Zero Waste

Pengertian Zero Waste
Ok sahabat hijauku, Zero Waste menurut bahasa yaitu Zero (Bahasa Inggris) yang mempunyai arti Nol dan Waste (Bahasa Inggris) mempunyai arti "Sampah" atau "Limbah". Jika diartikan menurut istilah, Zero Waste adalah suatu tindakan atau kebiasaan seseorang bersikap ramah lingkungan dengan cara selalu menghindari segala sesuatu yang menimbulkan sampah atau limbah.
Gerakan Zero Waste merupakan gerakan sederhana dan terbilang kecil. Gerakan Zero Waste dimulai dari diri pribadi. Tapi, Aku percaya gerakan kecil ini mampu menjadi kekuatan yang sangat luarbiasa jika dilakukan bersama-sama.

Contoh Penerapan Gerakan Zero Waste
1. Reject (Menolak)
Gerakan menolak segala barang yang menimbulkan sampah berlebih. Contoh penerapan sederhana di kehidupan sehari-hari yaitu menolak produk yang berkemasan sterefoam dan lebih memilih produk berkemasan kertas atau daun. Walaupun kertas dan daun dikategorikan sebagai sampah namun masa degradasinya lebih cepat dibandingkan sampah plastik yang membutuhkan ribuan tahun bahkan sampah sterefoam tidak dapat diuraikan.

Waktu degradasi sampah
Sumber: mainland.cctt.org

Oh iya sahabat hijau, coba deh mulai sekarang sebelum kita membeli produk, kita harus menganalisa sederhana/ membayangkan proses produksi barang yang akan kita beli terlebih dahulu. Coba fikirkan berapa banyak energi yang diperlukan untuk membuat barang tersebut, berapa banyak sampah yang dihasilkan dari proses produksi tersebut, apa saja dampak yang terjadi saat barang tersebut diproduksi, apakah saat produksi menghasilkan limbah cair? limbah padat atau mungkin polusi dari cerobong asap pabrik produk tersebut. Berdasarkan analisis sederhana tersebut kalian bisa menentukan barang apa yang sekiranya sedikit menyebabkan beban pencemaran untuk lingkungan. 

LIFE CYCLE PERSPECTIVE
Sumber: envcompsys.com


Walaupun itu terlihat aksi yang kecil tapi jika kita lakukan dengan konsisten bahkan mengkampanyekan hal tersebut ke teman-teman kita maka aksi tersebut akan menjadi aksi yang luarbiasa. Otomatis produk yang menghasilkan beban pencemar yang besar tersebut nilai penjualannya akan berkurang. Ini bukan soal menjatuhkan pasar bisnis suatu produk ya, lebih tepatnya gerakan ini juga berperan penting dalam mendorong produsen menciptakan produk-produk ramah lingkungan.

2. Reduce (Mengurangi)
Pertama kita sudah menerapkan budaya menolak barang yang mempunyai beban pencemar tinggi. Tentunya kita tidak mungkin 100% menggunakan barang yang zero waste, pasti ada sedikit limbah yang dihasilkan dari barang yang kita gunakan. Reduce merupakan gerakan selanjutnya yaitu gerakan mengurangi produk-produk yang kita beli (yang kiranya masih bisa kita kurangi jumlahnya).
Contoh dari gerakan reduce ini yaitu mengurangi penggunaan tissue. Jika biasanya saat kita mengelap tangan membutuhkan 3 helai tissue, cobalah kurangi menjadi 2 atau bahkan satu helai tisu saja. Contoh lainnya yaitu, jika biasanya kita menggunakan kendaraan pribadi setiap hari untuk pergi ke sekolah, cobalah sesekali menggunakan kendaraan umum atau bisa juga jalan kaki. Hal tersebut membantu kita dalam mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Contoh lain yaitu saat biasanya kita menyalakan lampu kamar setiap hari (non stop), cobalah memodifikasi atap rumah diberikan celah atap transparan agar sinar matahari masuk ketika siang hari. Hal tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan energi listrik,

3. Reuse (Menggunakan Kembali)
Gerakan zero waste selanjutnya yaitu Reuse. Reuse adalah gerakan menggunakan kembali barang yang sudah kita pakai sebelumnya. Contoh penerapan gerakan ini yaitu menggunakan kembali botol minyak sayur, shampoo atau botol sabun yang kemudian di isi kembali menggunakan minyak sayur, shampoo atau sabun kemasan isi ulang.

4. Replace (Mengganti)
Replace merupakan gerakan zerowaste yang paling efektif. Gerakan ini berupa tindakan mengganti sesuatu yang sekiranya dapat menghasilkan beban pencemar dengan barang baru yang lebih ramah lingkungan.
Contoh dari gerakan Replace yaitu mengganti sedotan plastik sekali pakai menggunakan sedotan stainless steel yang dapat digunakan berkali-kali. Mengganti sendok dan garpu plastik sekali pakai menggunakan sendok stainless steel. Bahakn lebih bagus lagi menggunakan bahan kayu atau bambu (lebih mudah didegradasi saat menjadi sampah).
Contoh lain Replace yaitu mengganti plastik-plastik kresek entah untuk buah, sayur atau barang belanjaan lainnya menggunakan tas ramah lingkungan (tote bag, kantong jaring, paper bag, dll).
Contoh lain yang bisa kita terapkan setiap hari yaitu menggunakan tumblr (botol minum) sendiri saat membawa air minum atau saat ingin membeli kopi dingin di kedai. Selain tempat minum, kita juga bisa menggunakan tempat makan sendiri untuk membungkus bekal kita atau bisa juga untuk sekedar beli ayam goreng di McDonald, kenapa tidak?

5. Repair (Memperbaiki Kembali)
Nah, jika kalian mempunyai barang-barang yang rusak, cobalah untuk berusaha memperbaiki barang tersebut. Jangan sampai langsung dibuang. Siapa tahu barang tersebut masih bisa diperbaiki. Hal ini termasuk gerakan zerowaste loh.

6. Recycle (Mendaur Ulang)
Jika barang kalian rusak alias tidak bisa diperbaiki atau mungkin jika kalian terlanjur membeli produk berkemasan sekali pakai. Stop! jangan dibuang dulu hehe. Masih bisa kita daur ulang!. Contoh sederhananya yaitu kita bisa merubah paper cup kopi yang kita beli di kedai menjadi tempt pensil. Menggunakan dus sepatu menjadi box kontainer barang-barang kita, dan masih bnayk lagi contoh-contoh recyle lainnya.

Jadi bagaiaman? mudah kan menjalankan gaya hidup zero waste? sangat mudah! Bahkan gaya hidup zero waste ini lagi trend loh! masa kalian ketinggalan zaman. Tidak zaman lagi harus buang sampah sembarangan, jajan produk apa saja tanapa berfikir panjang.

Please! Ajakan gerakan zero waste ini jangan sampai berhenti di kalian saja, share ke teman kalian bila perlu tularkan gerakan ini ke kerabat-sahabat kalain.
Semangat!!!! 💚

Apa sih Zero Waste itu?