Budidaya Udang Vaname di Indonesia

Budidaya Udang Vaname di Indonesia

Daftar Isi:
  1. Apa itu Budidaya?
  2. Produksi Udang Vaname di Indonesia
  3. Manajemen Budidaya Udang Vaname
  4. Sistem Budidaya Udang Vaname
  5. Manfaat Budidaya Udang Vaname

Apa itu Budidaya?
Soeseno (1983) budidaya merupakan kegiatan usaha produksi suatu komoditi. Budidaya ikan meliputi budidaya ikan kolam air tawar dan tambak air payau. Budidaya ikan ternyata tidak hanya di kolam air tawar dan tambak air payau saja, tapi juga bisa diterapkan di air asin seperti di laut ataupun tambak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tambak adalah kolam di tepi laut yang diberi pematang untuk memelihara ikan (terutama ikan bandeng; udang). 

Ditjen Perikanan Budidaya (2014) menjelaskan bahwa produksi perikanan budidaya akan meningkat dengan kenaikan pencapaian target produksi sebesar 353%, dimana hal ini didasari oleh masih luasnya potensi lahan perikanan budidaya di Indonesia, pasar yang sangat potensial, banyaknya komoditas yang dapat dibudidayakan dan tersedianya teknologi.

Produksi Udang Vaname di Indonesia
Produksi udang nasional sebagian besar merupakan udang vanname yang mencapai 85% (Argina, 2013). Kementerian perikanan dan kelautan memperkirakan kebutuhan udang vanname di Amerika serikat sebesar 560.000 – 570.000 ton/tahun, jepang sebanyak 420.000 ton/tahun dan uni eropa sekitar 230.000 – 240.000 ton/tahun.

Direktorat Jendral Perikanan Budidaya pada tahun 2013, menjelaskan bahwa produksi udang vanname di Indonesia sebesar 500.000 ton/tahun, hasil tersebut belum mencapai semua kebutuhan pasar dunia.

Berdasarkan hasil Statistik Dinas Perikanan dan Kelautan (2014) menujukan bahwa produksi udang vaname terbesar diraih oleh Provinsi Lampung sebesar 78985 ton, disusul oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 76808 ton. Sedangkan Jawa Barat itu sendiri berada di posisi ke-5 dengan produksi sebesar 39402 ton.

 produksi udang vaname di indonesia
Sumber Data: Statistik DPK, Edit: radarhijau.com

Manajemen Budidaya Udang Vaname
Menurut Mukti dkk (2006) kegiatan proses bisnis budidaya udang vaname terdiri dari rangkaian kegiatan sebagai berikut: (untuk lebih jelasnya, nanti saya akan buat postingan khusus tentang Manajemen Budidaya Udang Vaname)
  1. Pengadaan benih
  2. Penebaran
  3. Meningkatkan produksi pakan alami (Kecuali pada metode Intensif)
  4. Pemberian pupuk buatan
  5. Kontrol terhadap hama
  6. Parasit atau penyakit
  7. Pasca panen
  8. Pemasaran
  9. Monitoring dan evaluasi 
  10. Analisis usaha

Sistem Budidaya Udang Vaname
Di dalam kegiatan budidaya udang vaname, umumnya terdapat tiga sistem yang biasa diterapkan. Tiga sistem budidaya vaname tersebut diantaranya yaitu: (untuk lebih jelasnya, nanti saya akan buat postingan khusus tentang penjelasan sistem budidaya udang vaname di Indonesia)
  1. Sistem Ekstensif (Sistem tradisional)
  2. Sistem Semi Intensif
  3. Sistem Intensif

Manfaat Budidaya Udang Vaname
Di kalangan masyarakat udang vaname sudah terkenal sebagai komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga sangat potensial jika dibudidayakan dengan optimal. Lebih jelasnya, berikut adalah manfaat-manfaat membudidayakan udang vaname:
  1. Memenuhi tuntutan negara dalam memasok udang vaname untuk ekspor
  2. Peluang bisnis yang sangat menjanjikan
  3. Produktifitas udang vaname tinggi, memiliki kelangsungan hidup (survival rate) yang tinggi.
  4. Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar


Budidaya Udang Vaname di Indonesia
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

2 komentar

Tulis komentar
avatar
March 13, 2018 at 5:02 AM

terimakasih sob udah mampir, semoga bermanfaat

Reply

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan :)